KepriTanjungpinang

Ansar: Penyengat Pusat Peradaban Islam di Tanah Melayu

×

Ansar: Penyengat Pusat Peradaban Islam di Tanah Melayu

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad/f-dk

TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id – Ribuan jemaah memadati Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat, Rabu (11/2), dalam peringatan Haul Syekh Khalifah Syihabuddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Tradisi tahunan ini kembali menjadi magnet spiritual yang menghadirkan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Malaysia dan Singapura.

Sejak pagi, kawasan masjid bersejarah tersebut dipenuhi jemaah yang mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pembacaan ayat suci Alquran, maulid, tahlil, manaqib, zikir, doa bersama, hingga ziarah ke makam Syekh Syihabuddin yang berada di belakang masjid.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Ansar menyinggung posisi strategis Pulau Penyengat dalam sejarah keislaman dan intelektual di Tanah Melayu.

Baca Juga :  Kejati Kepri Tingkatkan Perkara Dugaan TPPU dan Penggelapan Dana BPR ke Tahap Penyidikan

Menurutnya, Kerajaan Riau-Lingga memiliki hubungan erat dengan para ulama besar, termasuk dari garis keturunan Al-Banjari.

“Pulau Penyengat dan Kerajaan Riau-Lingga secara historis memiliki hubungan emosional dan intelektual yang sangat erat dengan para ulama besar,” kata Ansar.

Syekh Syihabuddin dikenal sebagai ulama asal Banjar yang diangkat menjadi Mufti dan Kadi Kerajaan Riau-Lingga pada 1842 atas permintaan Raja-Raja Riau.

Ia merupakan putra dari Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan, salah satu tokoh ulama besar Nusantara.

Baca Juga :  Gubernur Ansar: Golf di Kepri Tak Sekadar Olahraga, tapi Kekuatan Wisata Baru

Ansar menilai kehadiran para ulama pada masa itu menjadikan wilayah Riau-Lingga bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan syiar Islam.

“Peringatan haul ini menjadi bentuk takzim dan rasa syukur atas warisan ilmu serta spiritualitas yang telah ditinggalkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai penguat persatuan dan pembangunan daerah.

“Melalui momentum haul ini, mari kita terus menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan Kepulauan Riau,” kata Ansar.

Selain Gubernur Kepri, kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Ketua LAM Kepri Raja Al-Hafiz, Ketua Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari KH Muhammad Husein, serta sejumlah kepala daerah dan tokoh masyarakat dari Kalimantan Selatan.

Baca Juga :  Astaga.. Usai hantam Pengendara, Avanza seruduk Ruko "Sabar"

Haul Syekh Syihabuddin selama ini tak hanya menjadi agenda religius, tetapi juga mempererat hubungan kultural antara Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan yang terjalin sejak masa Kerajaan Riau-Lingga.

Penulis: Indra

Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *