Tanjungpinang

Seskoau Teliti Pengelolaan Ruang Udara di Tanjungpinang, Soroti Kedaulatan FIR Jakarta

×

Seskoau Teliti Pengelolaan Ruang Udara di Tanjungpinang, Soroti Kedaulatan FIR Jakarta

Sebarkan artikel ini
Komandan Seskoau, Marsekal Muda TNI Jorry S. Koloay, bersama rombongan tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Senin (13/4/2026)/f-indra-dk

TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id — Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-64 tahun 2026 melaksanakan Kuliah Kerja Pencarian Data Penelitian (KK PDP) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada 13–15 April 2026.

Kegiatan ini mengusung tema pengelolaan ruang udara pada Flight Information Region (FIR) Jakarta dalam rangka menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah.

Rombongan tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah menggunakan pesawat Super Hercules dan disambut perwakilan pemerintah daerah serta unsur TNI.

Komandan Seskoau, Marsekal Muda TNI Jorry S. Koloay, mengatakan ruang udara merupakan domain strategis yang melekat pada kedaulatan negara.

Baca Juga :  Tekan Pengangguran, Pemko Targetkan 20 Persen Pekerja dari Putra-Putri Tempatan

“Pengelolaan ruang udara menjadi kepentingan nasional yang mencakup aspek pertahanan, keamanan, ekonomi, hingga keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, FIR Jakarta memiliki nilai strategis tinggi karena mencakup wilayah udara Indonesia bagian barat yang berbatasan dengan jalur penerbangan internasional padat, termasuk kawasan Selat Malaka.

Menurut dia, pengambilalihan FIR oleh Indonesia menjadi langkah penting dalam mempertegas kedaulatan di ruang udara nasional, namun harus diimbangi dengan sistem manajemen yang terintegrasi.

“Sinergi sipil dan militer melalui konsep Civil Military Operation Management menjadi kunci dalam pengelolaan ruang udara yang efektif,” kata Jorry.

Baca Juga :  Nyanyang Haris Pratamura Tiba di Tanjungpinang Usai Dilantik Presiden

Sementara itu, Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung, menyebut wilayah Kepri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN.

Ia mengatakan kondisi geografis tersebut membuka peluang besar, termasuk di sektor investasi dan pengembangan wilayah.

Kegiatan penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat pengelolaan ruang udara nasional sekaligus menjaga kedaulatan Indonesia.

Penulis: Indra

Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *