HeadlineTanjungpinang

Sekda Tanjungpinang Tekankan Pengawasan Program Gizi Nasional

×

Sekda Tanjungpinang Tekankan Pengawasan Program Gizi Nasional

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat menghadiri rapat konsolidasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Batam, Kamis, 2 April 2026.F-Diskominfo Tanjungpinang 

BATAM, deltakepri.co.id — Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menekankan pentingnya koordinasi dan pengawasan dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional di daerah.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri rapat konsolidasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Batam, Kamis, 2 April 2026.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, dan diikuti satuan pelaksana, mitra, serta yayasan yang terlibat dalam program pemenuhan gizi di Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Zulhidayat, koordinasi lintas pihak menjadi kunci agar program berjalan optimal dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Pemko Tanjungpinang Mulai Verifikasi Pedagang Gurindam 12, Lapak Akan Diundi

“Koordinasi dan pengawasan yang baik menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Tanjungpinang siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam rapat itu, BGN menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program, termasuk kewajiban mitra menyampaikan laporan harian terkait menu makanan, kandungan gizi, hingga rincian bahan pangan kepada masyarakat.

Sony Sonjaya menyebut program pemenuhan gizi merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Curi Motor di Sekupang, Dua Pelaku Terancam Penjara 7 Tahun

Program tersebut menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan peserta didik.

“Ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi upaya meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendorong ekonomi daerah,” kata Sony.

Ia menambahkan, di Kepulauan Riau saat ini telah beroperasi ratusan satuan pelayanan pemenuhan gizi dengan cakupan ratusan ribu penerima manfaat.

Meski demikian, peningkatan kualitas layanan dan pemenuhan standar tetap menjadi fokus pada 2026.

Zulhidayat menilai transparansi dan akuntabilitas menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.

Baca Juga :  Komisi Informasi Catat 42 Badan Publik Informatif di Kepri, Ansar Pasang Target Baru

Ia berharap seluruh pihak menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab.

“Harapan kami, program ini benar-benar berdampak positif bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Penulis: Indra
Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *