BatamHeadline

Proyek Data Center Raksasa Masuk Batam, PLN Batam Suplai 511 MVA

×

Proyek Data Center Raksasa Masuk Batam, PLN Batam Suplai 511 MVA

Sebarkan artikel ini
Kota Batam memperkuat posisinya sebagai pusat investasi digital di Asia Tenggara melalui penandatanganan kerja sama pengembangan pusat data berskala besar, Jumat, 17 April 2026.F-Humas BP Batam

BATAM, deltakepri.co.id — Kota Batam memperkuat posisinya sebagai pusat investasi digital di Asia Tenggara melalui penandatanganan kerja sama pengembangan pusat data berskala besar, Jumat, 17 April 2026.

Kesepakatan tersebut melibatkan Badan Pengusahaan Batam, PT PLN Batam, dan perusahaan infrastruktur digital PT Digitalland Service One (DayOne).

Proyek ini mencakup pembangunan kampus data center hyperscale kedua di kawasan Kabil Industrial Tech Park.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan kapasitas 511 MVA atau setara 450 megawatt.

Baca Juga :  Entry Meeting BPK, BP Batam Pastikan Transparansi Pengelolaan Keuangan

Pasokan listrik tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional pusat data secara bertahap pada 2026 hingga 2027.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan kesiapan infrastruktur dan kemudahan regulasi menjadi faktor utama dalam menarik investasi global ke Batam.

“Masuknya proyek pusat data ini menunjukkan Batam siap menjadi hub digital dunia,” kata Amsakar.

Menurut dia, integrasi antara ketersediaan lahan, kepastian hukum, dan pasokan energi yang andal menjadi keunggulan Batam dalam bersaing di tingkat regional.

Ekspansi DayOne di Kabil merupakan lanjutan dari proyek sebelumnya di Nongsa Digital Park.

Baca Juga :  Batam Sabet Dua Penghargaan BKPM, Realisasi Investasi Tembus Rp69 Triliun

Pusat data ini dirancang untuk mendukung komputasi berbasis kecerdasan buatan dan layanan komputasi awan di kawasan Asia-Pasifik.

Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo, menyebut kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam keputusan ekspansi perusahaan ke Batam.

Ia menambahkan, pengembangan ini juga menjadi bagian dari model konektivitas regional Singapura–Johor–Batam (Sijori) dalam membangun ekosistem pusat data lintas negara.

Selain itu, BP Batam dan PLN Batam juga menandatangani nota kesepahaman pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas di atas 200 megawatt peak.

Baca Juga :  Amsakar-Li Claudia Dorong Transformasi Layanan Investasi, Realisasi Batam Capai Rp38,97 Triliun

Proyek energi bersih ini ditujukan untuk mendukung keberlanjutan industri digital.

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan kolaborasi tersebut akan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi unggulan di sektor ekonomi digital.

BP Batam juga mendorong pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan fiber optik dan layanan pemeliharaan sistem, guna memastikan operasional pusat data berjalan optimal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *