Beranda Bintan Kadis Perkim Bintan Ditetapkan Tersangka Kasus Pembebasan Lahan

Kadis Perkim Bintan Ditetapkan Tersangka Kasus Pembebasan Lahan

0
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bintan, I Wayan Riana

Deltakepri.co.id|Bintan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan gelar konferensi pers penetapan tersangka perkara dugaan korupsi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tanjung Uban dengan luas lahan 2 Hektar, Rabu (20/07/2022).

Dalam pemeriksaan perkara tersebut, penyidik Kejari Bintan periksa 39 saksi 3 diantaranya, saksi ahli hingga dengan penyidik Kejari Bintan dan BPKP menemukan adanya dugaan kerugian negara dalam pembebasan lahan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bintan, I Wayan Riana mengatakan setelah dilakukan beberapa pemeriksan dan dari hasil telah ditetapkan tiga (3) orang sebagai tersangka salah satunya merupakan Kepala Dinas (Kadis) Perkim yang hingga saat ini masih menjabat.

Baca Juga :   Bupati dan Wabup Bintan gelar rapat bersama 17 pengurus Cabor

“Untuk tiga orang tersangka yakni HW, SP dan AS” kata I Wayan.

I Wayan menjelaskan, dari 3 tersangka masing-masing memiliki peran, HW selaku pemegang anggaran dan penanggung jawab dalam pengadaan tanah, sedangkan tersangka AS dan SP sebagai pihak yang menjual tanah kepada Pemkab Bintan melalui Dinas Perkim dan menerima ganti kerugian atas tanah yang dokumennya dipalsukan seolah-olah benar dan tidak palsu yang dilakukan bersama-sama.

“Dari hasil audit tim BPKP telah ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp2,4 Milyar dari anggran pagu Rp 3,4 Milyar lebih,” jelasnya.

Baca Juga :   Bingung Rayakan Pesta Tahun Baru, Yuk ke Bintan Brzee Beach Aja

Sebelumnya, urai I Wayan, pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Bintan melaksanakan pembebasan lahan melalui Dinas Perkim untuk pembangunan TPA di Jalan Tanjung Permai arah Pasar Baru.

Total luas pembebasan lahan tanah, sambungnya, seluas 2 hektar, di mana kegiatan pembebasan lahan tersebut dilakukan dengan sistem skala kecil melalui tahapan pengadaan tanah skala besar berlaku secara mutatis sehingga ditetapkan panitia perencanaan persiapan dan pelaksanaan dalam pengadaan tanah tersebut tetapi dalam pelaksanaannya masing-masing panitia tidak melakukan tugas dan tanggung jawabnya.

Baca Juga :   Satgas TMMD Ke - 111 Kodim 0315/Bintan Solat Jumat Bersama Warga

“Pelaksanaan pembebasan lahan mendapatkan anggran dari APBD Kabupaten Bintan tahun 2018,” ungkapnya.

Sementara itu, ketiga tersangka saat ini masih berada di Kejari Bintan guna menjalankan pemeriksaan lebih lanjut dan untuk pasal para tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 UU no 31 no 1999 dengan ancaman 20 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here