BatamHeadline

Ka KPLP Lapas Batam Ciptakan SI OMEGA, Sistem Digital Cegah Handphone Ilegal di Dalam Lapas

×

Ka KPLP Lapas Batam Ciptakan SI OMEGA, Sistem Digital Cegah Handphone Ilegal di Dalam Lapas

Sebarkan artikel ini
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam mengembangkan sistem digital untuk memperkuat pengawasan internal dan mencegah penggunaan handphone ilegal di lingkungan pemasyarakatan.F-Istimewa

BATAM, deltakepri.co.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam mengembangkan sistem digital untuk memperkuat pengawasan internal dan mencegah penggunaan handphone ilegal di lingkungan pemasyarakatan.

Inovasi tersebut diberi nama SI OMEGA (Sistem Optimalisasi Monitoring Evaluasi Garda Aman) yang digagas Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Batam, Andre Silalahi.

Aplikasi tersebut merupakan proyek perubahan yang dikembangkan Andre dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).

Program ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, beserta seluruh jajaran.

SI OMEGA dirancang untuk mendata dan mengelola informasi perangkat telepon genggam milik petugas secara terintegrasi.

Sistem ini memuat data identitas pengguna, merek dan tipe perangkat, nomor IMEI, serta informasi pendukung lainnya yang dapat diakses untuk kepentingan administrasi dan pengawasan.

Baca Juga :  Kampung Madani Bersinar Resmi Diluncurkan, Sekda Kepri: Kolaborasi adalah Kunci

Andre mengatakan digitalisasi pendataan perangkat komunikasi menjadi langkah penting dalam mendukung fungsi pengamanan sekaligus memperkuat tata kelola organisasi yang lebih efektif dan akuntabel.

“SI OMEGA hadir sebagai solusi untuk mewujudkan pendataan handphone petugas yang lebih tertib, terstruktur, dan mudah diperbarui. Melalui sistem ini, data dapat dikelola secara lebih cepat dan akurat sehingga mendukung pelaksanaan tugas pengamanan di lingkungan Lapas Batam,” kata Andre, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut dia, sistem tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Batam dalam mencegah penggunaan handphone ilegal dan mendukung terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari HALINAR (handphone, pungutan liar, dan narkoba).

Baca Juga :  Pendataan Biometrik Digelar di Lapas Batam, Warga Binaan Dibantu Urus Identitas

Melalui pendataan seluruh perangkat milik petugas, proses identifikasi perangkat resmi menjadi lebih mudah dilakukan.

Dengan demikian, potensi penggunaan perangkat yang tidak terdaftar dapat diminimalkan sehingga memperkuat sistem pengawasan internal.

Andre menjelaskan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan organisasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data perangkat komunikasi yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.

Dengan sistem berbasis digital, proses pendataan, pembaruan data, hingga monitoring dapat dilakukan lebih efisien dan terdokumentasi dengan baik.

Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, menyambut positif hadirnya inovasi tersebut. Menurut dia, transformasi digital menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung penguatan pengamanan dan peningkatan kualitas tata kelola pemasyarakatan.

“Setiap inovasi yang mampu meningkatkan efektivitas pengawasan dan mendukung integritas organisasi tentu perlu didorong. SI OMEGA menjadi salah satu upaya konkret dalam mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, akuntabel, dan bersih dari pelanggaran,” ujar Yosafat.

Baca Juga :  Diskominfo Kepri dan Korem 033 WP: Pembangunan Nasional bisa dengan Pemanfaatan Media Sosial

Selain mendukung aspek keamanan, implementasi SI OMEGA juga diharapkan meningkatkan disiplin administrasi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan internal organisasi.

Andre berharap sistem tersebut dapat menjadi inovasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang modern, adaptif, profesional, dan berintegritas.

“Perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Inovasi sederhana yang menjawab kebutuhan organisasi dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja, penguatan pengamanan, serta kualitas tata kelola di lingkungan pemasyarakatan,” kata Andre.

Penulis: Deni
Editor: Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *