BatamHeadline

Batam Percepat Pembenahan Infrastruktur, 12 Ruas Jalan dan 29 Titik Banjir Ditangani

×

Batam Percepat Pembenahan Infrastruktur, 12 Ruas Jalan dan 29 Titik Banjir Ditangani

Sebarkan artikel ini
Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.F-Humas BP Batam

BATAM, deltakepri.co.id — Pertumbuhan investasi dan ekonomi mendorong Batam memperkuat infrastruktur dasar untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas dunia usaha.

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam mempercepat pembangunan jalan, drainase, serta penataan ruang publik.

Sebanyak 12 dari 19 pekerjaan perbaikan jalan dalam program pembangunan infrastruktur 2026 telah rampung.

Sejumlah pekerjaan tersebut antara lain berada di ruas Jalan Gadjah Mada depan Southlink dan Jalan Yos Sudarso di atas underpass.

Pekerjaan peningkatan jalan juga berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk landing point Fly Over Sei Ladi menuju Fly Over Madani.

Selain jalan, penanganan banjir dilakukan di 29 titik. Pekerjaan meliputi peningkatan drainase, pembangunan saluran dan bangunan pelintas, pemeliharaan, hingga normalisasi saluran.

Baca Juga :  Pemko Batam dan BPKP Bahas Evaluasi APBD 2026, UHC Capai 98 Persen

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran penanganan antara lain Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, kawasan Cendana-KDA, Green Nongsa Batu Besar, Kampung Belian, Sei Binti, Sei Lekop, Tiban, Sagulung, dan kawasan industri.

Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya menyesuaikan kebutuhan kota dengan pertumbuhan Batam.

“Batam berkembang sangat cepat sebagai pusat industri dan investasi. Karena itu, infrastruktur dasar harus mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut agar aktivitas ekonomi berjalan lancar dan masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih nyaman,” kata Li Claudia di Batam Centre, Minggu, 30 Agustus 2026.

Menurut dia, infrastruktur yang memadai diperlukan untuk menunjang aktivitas investasi, logistik, dan mobilitas masyarakat.

Baca Juga :  Soal Air Bersih Sengkuang, Amsakar: Tidak Ada Perlakuan Berbeda

Karena itu, percepatan pembangunan jalan dan drainase menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Penanganan infrastruktur juga diarahkan untuk mengurangi hambatan mobilitas serta persoalan genangan di sejumlah kawasan.

Konektivitas antara kawasan industri dan permukiman menjadi salah satu aspek yang ikut diperhatikan.

Selain pembangunan fisik, BP Batam mendorong penataan ruang publik melalui program penghijauan.

Salah satunya dilakukan dengan penanaman tanaman bougenville di sejumlah ruas jalan utama.

Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menghadirkan wajah kota yang lebih hijau dan tertata.

BP Batam juga menyiapkan penerapan sistem penerangan jalan umum atau PJU berbasis smart integrated PJU.

Sistem ini dirancang untuk memungkinkan pemantauan kondisi lampu jalan secara real time, terutama di ruas-ruas jalan utama Batam.

Baca Juga :  BP Batam Gelar Kampanye Kesadaran Keamanan Informasi

Li Claudia mengatakan kualitas lingkungan perkotaan menjadi salah satu aspek yang turut menentukan daya tarik sebuah daerah bagi investor.

“Investor tentu melihat banyak aspek. Selain infrastruktur dan kemudahan investasi, mereka juga memperhatikan bagaimana sebuah kota ditata, kebersihannya, kenyamanan lingkungannya, serta kualitas hidup masyarakatnya,” ujarnya.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur dan penataan kota perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi.

Dengan pembangunan yang terintegrasi, pemerintah berharap Batam tidak hanya berkembang sebagai kawasan industri dan investasi, tetapi juga menjadi kota yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat serta mendukung kegiatan dunia usaha. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *