TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id — Rencana penutupan cabang Bank OCBC NISP di Tanjungpinang pada Mei mendatang menuai keluhan dari nasabah.
Sejumlah warga mengaku mengalami kesulitan dalam menarik dana valuta asing (valas) dalam beberapa waktu terakhir.
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Rudy Chua, mengatakan pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat terkait layanan penarikan valas yang kerap ditolak dengan alasan ketersediaan uang tunai tidak ada.
“Kami mendapat laporan dari masyarakat, khususnya nasabah, yang ingin menarik tabungan valas namun kerap mendapat penolakan dengan alasan ketersediaan uang tunai valas tidak ada,” ujar Rudy.
Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan keresahan, terlebih di tengah rencana penutupan kantor cabang.
Menurutnya, persoalan ini tidak hanya berdampak pada layanan perbankan, tetapi juga dapat menjadi indikator kondisi ekonomi daerah.
“Penutupan cabang ini juga bisa menjadi sinyal bahwa kondisi perekonomian, khususnya di Tanjungpinang, tidak sedang baik-baik saja,” katanya.
Sejumlah nasabah mengaku harus mencari alternatif lain untuk mengakses dana valas mereka, yang dinilai kurang efisien.
Hingga kini, pihak Bank OCBC NISP belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penutupan cabang maupun keluhan nasabah tersebut.
DPRD Kepri mendorong adanya klarifikasi terbuka dari pihak bank serta meminta otoritas terkait memastikan hak-hak nasabah tetap terlindungi.
Pemerintah daerah juga diminta memantau dampak lebih luas terhadap stabilitas ekonomi lokal, mengingat sektor perbankan berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. (*)












