BatamHeadline

Investasi Batam Tembus Rp17,4 Triliun, BP Batam Gandeng Komdigi Perkuat Komunikasi Publik

×

Investasi Batam Tembus Rp17,4 Triliun, BP Batam Gandeng Komdigi Perkuat Komunikasi Publik

Sebarkan artikel ini
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.F-Humas BP Batam

BATAM, deltakepri.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat sinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna mendukung pengembangan Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan logistik yang semakin kompetitif.

Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, ke Kementerian Komdigi untuk membahas penguatan strategi komunikasi publik, diseminasi informasi, serta transformasi digital di lingkungan BP Batam.

Dalam pertemuan itu, Ariastuty menilai pesatnya pertumbuhan investasi di Batam harus diimbangi dengan sistem komunikasi publik yang lebih efektif agar informasi pembangunan dan kebijakan strategis dapat tersampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat.

Menurut dia, perkembangan Batam yang semakin dinamis membutuhkan pola komunikasi yang adaptif serta mampu menjawab kebutuhan informasi berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga :  BP Batam: IMOX 2025 Jadi Titik Temu Jejaring Global dan Investasi Maritim

“Pertumbuhan investasi yang terus meningkat harus diimbangi dengan penguatan komunikasi publik yang efektif. Informasi pembangunan, investasi, dan berbagai kebijakan strategis perlu disampaikan secara tepat agar dapat dipahami masyarakat maupun pelaku usaha,” kata Ariastuty.

Data BP Batam menunjukkan realisasi investasi di Kota Batam pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp17,4 triliun.

Nilai tersebut meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara sepanjang 2025, realisasi investasi Batam tercatat mencapai Rp69,30 triliun. Capaian itu turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam hingga 6,76 persen.

Di tengah tren positif tersebut, Komdigi menilai penguatan strategi komunikasi publik menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Komdigi, Nada Fitria, bersama Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menekankan pentingnya penyusunan strategi komunikasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Deretan Keuntungan Rempang Eco-City

Menurut mereka, setiap lembaga pemerintah perlu mengoptimalkan media resmi sebagai sumber utama penyebaran informasi kepada publik.

Penguatan media digital dan media sosial dinilai penting untuk membangun citra institusi sekaligus memastikan informasi yang beredar berasal dari sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Komdigi juga mendorong penguatan kemitraan dengan media massa yang profesional dan terverifikasi guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak turut membahas penguatan kolaborasi melalui forum komunikasi kehumasan pemerintah, strategi komunikasi berbasis data, pengelolaan isu publik, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, mengatakan Batam memiliki posisi strategis dalam pengembangan investasi, industri, dan ekonomi digital nasional. Karena itu, pengelolaan komunikasi publik yang efektif menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Dorong Percepatan PSN Wiraraja di Galang dan Rempang

“Batam menghadapi tantangan yang besar dalam pengelolaan informasi publik. Karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang kuat dan sejalan dengan tujuan pembangunan nasional,” ujar Farida.

Dalam kunjungan tersebut, Ariastuty didampingi sejumlah pejabat BP Batam, di antaranya Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga Sthefani Barlian, Kepala Bagian Protokol dan Humas Afthar Fallahziz, serta Kepala Bagian Penghubung Kantor Jakarta Irwan Nasution.

Sementara dari Komdigi turut hadir Direktur Infrastruktur Pemerintah Digital Syaharuddin, Ketua Tim Penyusun Kebijakan dan Standardisasi Bidang Komunikasi Publik Hardy Kembar Pribadi, serta sejumlah pejabat lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *