BintanHeadline

Hafizha dan Baznas Bintan Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Dhuafa dan Balita Stunting

×

Hafizha dan Baznas Bintan Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Dhuafa dan Balita Stunting

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bintan kembali menyalurkan paket sembako bagi masyarakat dhuafa dan balita stunting.F-Diskominfo Bintan

BINTAN, deltakepri.co.id — Ketua TP PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bintan kembali menyalurkan paket sembako bagi masyarakat dhuafa dan balita stunting.

Kali ini, bantuan menyasar warga Kelurahan Tanjung Uban Timur, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (28/1/2026).

Ketua Baznas Bintan, Suryono, mengatakan pendistribusian kali ini mencakup 84 paket sembako untuk dhuafa serta 15 paket khusus penanganan stunting.

Berdasarkan data terbaru, kasus stunting di kelurahan tersebut tersisa satu balita. Namun, bantuan tetap diberikan kepada 15 balita yang sebelumnya terindikasi sebagai bagian dari pemenuhan nutrisi selama enam bulan berturut-turut.

Baca Juga :  Pendapatan Tembus Rp982 Miliar, Lis Laporkan Kinerja Pemko Tanjungpinang

“Pendekatan ini kami lakukan agar upaya pemulihan gizi berjalan konsisten, meskipun jumlah kasus sudah menurun,” ujar Suryono.

Hafizha mengapresiasi peran Baznas Bintan yang dinilainya konsisten menghadirkan program-program berbasis kolaborasi.

Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat menjadi kunci dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut, keberadaan Peraturan Bupati tentang zakat telah memperkuat peran Baznas dalam mengelola dana umat.

“Dari ASN saja, pengelolaan zakat bisa mencapai lebih dari Rp300 juta per bulan. Dana ini kembali untuk kemaslahatan masyarakat,” kata Hafizha.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pelaku Penipuan, Modusnya Janjikan Kerja di Lobam

Hafizha menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bintan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan melalui pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, dan ekonomi kerakyatan.

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Ia juga mengajak kaum ibu untuk lebih peduli terhadap isu stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar hasilnya benar-benar optimal,” ujarnya.

Penulis: Indra
Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *