DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Kabar menggembirakan datang dari Bunda Tanah Melayu. Setelah sempat diwarnai polemik terkait penggunaan aset Lapangan Bola, akhirnya Wahana Bermain Anak di Daik resmi dibuka berkat kerja sama antara Pemerintah Kecamatan, unsur Uspika, serta dukungan masyarakat.
Keputusan penting ini diambil dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan kondusif, dihadiri oleh Camat Lingga, Kapolsek Daik, para tokoh masyarakat, pemuda, serta pengusaha Wahana Bermain Anak secara kekeluargaan di Lapangan Sepak Bola Sultan Mahmud Riayat Syah Daik Lingga, Sabtu (10/5/2025).
Dalam pertemuan tersebut, semua pihak sepakat untuk menjaga stabilitas sosial dan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, dengan tetap memperhatikan aspek hukum dan administrasi yang berlaku.
Tokoh masyarakat Daik, Sariman, menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak pernah menolak adanya kegiatan keramaian.
“Kami ini tidak melarang segala aktivitas keramaian di Daik ini. Namun, semuanya harus sesuai prosedur dan mengantongi izin yang sah. Jangan sampai miskomunikasi seperti ini membuat masyarakat terpecah belah,” ujarnya.
Polemik yang sempat mencuat beberapa hari terakhir terjadi akibat belum lengkapnya administrasi izin penggunaan lapangan sebagai lokasi pasar malam. Namun kini, dengan adanya keputusan bersama, kegiatan pasar malam bisa kembali berjalan demi mendukung perekonomian lokal.
Sementara itu, ucapan terima kasih dan apresiasi juga mengalir dari pemuda kepada semua pihak yang telah terlibat untuk menjaga suasana agar menjadi damai dan kondusif di Daik Lingga.
“Alhamdulillah, pasar malam akhirnya dibuka. Kami masyarakat dan pemuda tempatan mengucapkan rasa terimakasih kepada tokoh masyarakat, warga Lingga dan terutamanya kepada Bupati Lingga, Sekda Kapolres Lingga yang senantiasa menberikan tunjuk ajarnya kepada kami para pemuda. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua,” ucap pria yang akrab disapa Im.
Dengan dibukanya pasar malam ini, lanjut dia diharapkan semangat kebersamaan dan ketaatan terhadap aturan akan terus dijaga demi kemajuan Daik Lingga sebagai pusat budaya dan ekonomi di Bunda Tanah Melayu.












