TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, menekankan pentingnya penguatan administrasi dalam mendukung pelaksanaan program Kampung Cerdas, Ekonomis, Ramah Lingkungan, Inovatif dan Aman Pangan (CERIA).
Hal itu disampaikan Weni saat membuka Sosialisasi Administrasi PKK dan Kampung CERIA di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tanjungpinang, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurut Weni, Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, seluruh kegiatan organisasi perlu ditopang administrasi yang tertib dan lengkap.
“Organisasi yang baik berawal dari administrasi yang baik. Dengan administrasi yang lengkap, seluruh program dapat direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, dan dilaporkan dengan lebih terukur,” kata Weni.
Ia juga mengajak seluruh kader PKK untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana edukasi dan publikasi kegiatan yang dilakukan di lingkungan masing-masing.
Menurut dia, media sosial dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai program dan aktivitas positif PKK kepada masyarakat luas.
“Tidak perlu membuat konten yang rumit. Cukup tampilkan kegiatan nyata yang dilakukan di lingkungan masing-masing sebagai bentuk edukasi dan inspirasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Weni menjelaskan bahwa Kampung CERIA merupakan program yang bertujuan membangun masyarakat yang cerdas melalui pendidikan karakter, ekonomis melalui penguatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), ramah lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik, inovatif dalam memanfaatkan potensi daerah, serta aman pangan melalui pemanfaatan pekarangan rumah.
Ia menilai seluruh kader perlu memahami konsep tersebut secara menyeluruh agar implementasinya dapat berjalan optimal di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Selain itu, Weni juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan program Hatinya PKK serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) dan tanaman pangan keluarga yang dinilai berperan dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
“Jangan sampai program Hatinya PKK kita lupakan. Mari terus merawat tanaman pangan dan toga di lingkungan masing-masing. Ini bukan hanya untuk penilaian, tetapi juga untuk mendukung kesehatan dan ketahanan pangan keluarga,” katanya.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kapasitas kader PKK sekaligus mendorong lahirnya kampung-kampung yang lebih mandiri, produktif, bersih, sehat, dan sejahtera di Kota Tanjungpinang.
Penulis: Indra
Editor: Red












