Lingga

Wawancara Calon Kades Sungai Besar: Semua Dijalankan Seiring, Baik Sawah dan Tambak Udang

×

Wawancara Calon Kades Sungai Besar: Semua Dijalankan Seiring, Baik Sawah dan Tambak Udang

Sebarkan artikel ini
Elvina Walsa (36), Foto: (Ist)

DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Nama calon kepala desa (cakades) di Desa Sungai Besar ini mendadak jadi perbicangan publik setelah memastikan diri ikut ajang kontestasi pemilihan kades serentak 2021 di Kabupaten Lingga.

Adalah Elvina Walsa (36), perempuan berparas cantik yang disebut-sebut punya segudang asa memajukan Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri).

Lahir di Kota Dumai, Provinsi Riau pada 19 Oktober 1985. Elvina Walsa melepas gadisnya dengan Farid Bin Jumaidi. Pernikahan pasangan suami istri ini berlangsung sejak 5 Agustus 2001.

Pasanga ini dikarunia tiga orang anak, anak sulung putra, dan kedua putri. Mereka sedang menuntut ilmu di pondok pesantren Quran Centre Batam. Sementara si bungsu, masih mengeyam pendidikan kelas 2 di bangku SD.

Perjalanan karir Elvina Walsa terbilang mumpuni. Selain pernah menempuh pendidikan S1 Ekonomi di UNIBA Kota Batam. Dia juga sudah berani tampil dalam ajang kontestasi pemilihan kepala desa tahun ini.

Untuk bisa meraih kemenangan bagi Elvina Walsa bukan hal yang mudah. Sebab, selain harus berhadapan dengan cakades petahana, yakni Nazaruddin. Elvina Walsa juga harus dibayangi oleh cakades lainnya, Hairin Supaat dan Suandi.

Alhasil mama muda ini mesti menjalani persaingan yang cukup ketat. Bahkan sebaliknya bagi ketiga rival Elvina. Mereka harus berjuang keras matian-matian agar dapat bertahan dan mencari posisi aman untuk bisa menang.

Lantas, faktor apa yang mendorong Elvina Walsa maju sebagai Kades? Bagaimana pula dia menyiasati untuk mendapatkan dukungan penuh? Simak wawancara Delta Kepri berikut ini.

Apa yang membuat Anda tertarik ikut calon kepala desa? Boleh dijelaskan!

Baca Juga :  Petarung Sejati Tetaplah Petarung

Banyak yang membuat saya tertarik mengikuti cakades ini, di antaranya pengelolahan anggaran dana desa yang tidak transparan. Selama ini masyarakat desa masih banyak yang tidak mengetahui anggaran-angaran dana desa yang tidak trasparan, juga pengalihan anggaran yang sudah ada sebelumnya tapi dengan sebelah pihak, anggaran tersebut hilang atau dialihkan tanpa musyawarah dengan masyarakat. Sehingga banyak anggaran yang ada menjadi tidak ada alias tidak jelas, juga bantuan-bantuan dari pemerintah yang tidak tepat sasaran sehingga membuat timpang tindihnya [praktek] pilih memilih sepihak dalam [memberikan] bantuan kepada masyarakat.

1. Mulai Dengan Pengembangan SDM

Saya juga ingin membentuk masyarakat desa terutama Ibu-ibu PKK yang berkarya dengan dibina dan di bimbing pelatihan agar dapat memiliki karya tangan yang berkualitas. Pemuda-pemuda yang dinamis dan berbakat yang memiliki keahlian di bidang seni, agama dan olahraga akan saya targetkan untuk aktif kembali. Seperti pemuda yang berbakat di bidang seni pahat atau ukir juga kaligrafi. Dan untuk pemuda yang memiliki bakat di bidang olahraga seperti bola kaki, futsal dan volly akan saya asah dan bina untuk menumbuhkan bakat-bakat yang terpendam dari pemuda. Hal itu semua tak luput dari kerja sama dengan pemuda karang taruna. Bagi masyarakat atau pemuda yang ikut membesarkan nama desa dengan mengikuti turnamen olahraga saya akan memberikan fasilitas perlindungan kesehatan.

2. Pengelolaan Anggaran Yang Transparan

Untuk setiap angaran desa yang akan di salurkan atau digunakan akan saya sampaikan dengan masyarakat dengan cara musyawarah yang akan melibatkan masyarakatnya terutama para pemuka atau tokoh yang ada di tiap-tiap kampung di Desa Suungai Besar ini. Bagi aparatur desa akan saya tingkatkan lagi kinirja kerja dan pelayanannya untuk masyarakat desa karena tugas aparatur desa adalah melayani masyarakatnya, bukan untuk dilayani masyarakatnya. Dan desa yang maju berkembang itu karena masyarakatnya saling merangkul satu sama lain, tidak ada kepala desa yang bisa memajukan desa nya tanpa dirangkul masyarakatnya dan begitu juga sebaliknya. Dalam pembangunan desa akan ada pembenahan dan penataan dari yang kurang baik menjadi lebih baik lagi dan dari yang tidak berguna akan kita buat agar berguna dan bermanfaat untuk masyarakat desa.

Baca Juga :  TB Warga Desa Panggak Darat Bantah Jual Beli BBM Mitan, Berikut Penjelasannya

Saya dengar Anda mendapatkan banyak sekali dukungan warga, apa benar? Lantas bagaimana keluarga Anda?

Alhamdulillah, Insyaa Allah amanah dan kepercayaan yang diberikan ke saya akan saya jaga dan jalankan dengan sebaik-baiknya. Itu semua juga tidak luput dari dukungan dan doa suami, anak-anak, orang tua serta kelurga besar saya.

Anda pernah aktif dan terlibat dalam sebuah organisasi perhimpunan? Punya kesan ngak? 

Salah satunya di organisasi prodi dan PMI. Waaah.banyak. bingung mau di sebutkan karena semua kegiatan dan organisasi yang saya ikuti semua berkesan dan mendapatkan banyak pengalaman sehingga membentuk wawasan dan pengetahuan yag luas sampai saat ini.

Potensi dan peluang apa yang Anda ketahui belum tergali secara maksimal di daerah Anda?

Baca Juga :  Beban APBD Lingga Bertambah Gegara DAK Merosot Tajam, Pembangunan Jalan Dapat Suport Bupati yang Inginkan Pemerataan

Ada, ya salah satunya yang saya jelaskan tadi, masyarakat yang memiliki bakat tidak terfasilitasi akan saya jadikan target untuk mengenalkan desa ini di daerah-daerah luar Lingga. Desa Sungai Besar ini memiliki masyarakat yang berpotensi dan berprestasi hanya saja support dan fasilitasnya aja yang tidak ada diperhatikan selama ini.

Sawah dan tambak udang masih berpotensi untuk dikembangkan? Menurut Anda?

Insyaa Allah. Kita lihat saja nanti kedepannya ketika saya mendapatkan amanah memimpin Desa Sungai Besar disitu baru kita bisa berbuat untuk desa.

Setujukah Anda program sawah dan tambak udang kembali dilanjutkan?

Sawah dan tambak itu udah program pemerintah pusat yang sampai saat ini juga sedang berjalan di desa kami. Yang saya inginkan target kedepan bagaimana agar masyarakat Sungai Besar bisa mimiliki penghasilan untuk perekonomian mereka yang dapat dikembangkn dan disalurkan agar bisa diperkenalkan di luar Lingga yang memiliki nilai jual baik.

Jika Anda terpiih, apakah program sawah dan tambak udang masuk dalam target yang Anda sebutkan? 

Bukan tidak masuk, tetapi saya juga memiliki kiat untuk hal lain dalam perekonomian desa bukan hanya dari sawah atau pun tambak saja. Tapi masih ada cara dan hal lain yang bisa kita lakukan juga untuk menambah perekonomian masyarakan desa. Semua bisa dijalankan seiring, baik untuk sawah tambak maupun yang dapat menghasilkan perekonomian masyarakat desa lainnya. Jadi tidak hanya berpedoman pada sawah atau tambak saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *