Tanjungpinang

Warga Mahkota Alam Raya Tanam Pohon Pisang Dijalan Karena Kesal dengan Developer

×

Warga Mahkota Alam Raya Tanam Pohon Pisang Dijalan Karena Kesal dengan Developer

Sebarkan artikel ini
Salah satu akses jalan Perumahan Mahkota Alam Raya, di Kota Tanjungpinang, Minggu, (19/3/2023)/f-fik

Deltakepri.co.id|Tanjungpinang – Warga Perumahan Mahkota Alam Raya, Jalan Hanglekir, Kelurahan Batu IX, Tanjungpinang Timur menggelar aksi berupa menanam sejumlah pohon pisang di jalan-jalan berlubang diwilayah perumahan tersebut, Minggu (19/3/2023).

Bukan hanya pohon pisang, warga juga memasang spanduk yang bertuliskan mohon bantuan pak Gubernur Kepri dan Presiden RI jalan kami rusak dan sampai saat ini tidak diperbaiki, bahkan sudah sering memakan korban.

Ketua RT 05 RW 07 Syamsul Bahri menyampaikan, aksi penanaman pohon dan pengibaran spanduk ini digelar, karena seluruh warga di Perumahan Mahkota Alam Raya sudah terlalu kecewa melihat sikap dan janji yang diberikan oleh PT Duta Perumahan Intisakti, sebagai developer perumahan.

“Saya sudah sejak tahun 2014 tinggal sini. Tapi jalan ini tidak pernah ada dilakukan perbaikan, kami minta Pak Loren sebagai Direktur Developer jangan hanya bikin janji-janji saja,” sebut Syamsul Bahri yang didampingi puluhan warga.

Menurutnya, pihak developer pernah berjanji, bahwasanya prihal jalan yang rusak akan diperbaiki pada tahun 2023 ini. Namun nyatanya, hingga saat ini tidak ada direalisasikan.

Ia menambahkan, aset perumahan ini belum diserahkan ke pemerintah, maka dari itu Pemko Tanjungpinang belum mempunyai kebijakan untuk membangun fasilitas.

“Nah masalahnya, pihak developer juga tidak pernah melengkapi syarat penyerahan aset yang diminta pemerintah, mereka beralasan akan mengelola sendiri, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” tegasnya dengan nada yang kesal.

Pihanya pun meminta kepada pemerintah kota, provinsi maupun pusat agar bisa merespon atas keluhan yang dilakukan warga perumahan ini.

“Kepada pemerintah paling tidak bisa memberikan kami aspal curah sehingga kami bisa kerjakan sendiri, karena jalan ini sudah banyak memakan korban,” terangnya.

Ia menyebutkan, sedikitnya ada 450 kepala keluarga yang ada di perumahan tersebut. 300 warga diantaranya memiliki kendaraan roda empat dan roda dua.

“Melihat angka itu tentu banyak yang bayar pajak, baik pajak kendaraan, IMB maupun PBB. Tapi, hak sebagai warga negara, kami tidak ada mendapatkan fasilitas yang layak,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *