BintanHeadline

TMMD ke-129 Berakhir di Bintan, Jalan 800 Meter dan Drainase Dibangun di Desa Busung

×

TMMD ke-129 Berakhir di Bintan, Jalan 800 Meter dan Drainase Dibangun di Desa Busung

Sebarkan artikel ini
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, resmi berakhir pada Kamis, (13/8/2026)/f-indra-dk

BINTAN, deltakepri.co.id — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, resmi berakhir pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Program bertema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” itu menjadi bagian dari kolaborasi TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di tingkat desa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika, yang mewakili Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam upacara penutupan, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD.

“Terima kasih dan apresiasi untuk seluruh pihak yang terlibat. Harapan kita semua, apa yang telah dilakukan, baik dalam bentuk fisik maupun nonfisik, bisa memberi manfaat nyata untuk seluruh masyarakat,” ujar Ronny di Lapangan Bola Busung, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga :  Lis: GOW Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Perempuan Tanjungpinang

Salah satu pekerjaan utama dalam TMMD kali ini adalah pembangunan jalan menuju SDIT An Nahl di Kecamatan Seri Kuala Lobam.

Pembangunan dilakukan melalui semenisasi jalan sepanjang sekitar 800 meter, sekaligus pemasangan drainase pracetak di sisi jalan.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan yang dilakukan pada 2024.

Saat itu, TNI bersama pemerintah daerah telah menyelesaikan pengecoran jalan sepanjang 500 meter di kawasan tersebut.

Pembangunan dilanjutkan berdasarkan kebutuhan masyarakat, terutama untuk memperbaiki akses menuju fasilitas pendidikan dan mendukung mobilitas warga.

Baca Juga :  Warga Minta Pemerintah Sosialisasikan Proyek Strategis Nasional di Teluk Bintan

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-129 juga mencakup sejumlah kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan tersebut antara lain pengobatan gratis, sunatan massal, penyuluhan kesehatan, penyuluhan bahaya narkoba, serta pemberian materi wawasan kebangsaan.

TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat juga melakukan pembangunan sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta perbaikan sejumlah fasilitas umum.

Ronny mengatakan sinergi yang terbangun melalui TMMD perlu dipertahankan.

Menurut dia, pembangunan tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga keterlibatan aparat dan masyarakat.

Baca Juga :  Dari Pengamanan hingga Pembinaan, 9 Peserta Magang Belajar Tugas Pemasyarakatan di Lapas Batam

Ia berharap berbagai hasil pembangunan dalam program tersebut dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bintan, pelaksanaan TMMD juga menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi turut memperkuat pelayanan sosial, kesehatan, ketahanan masyarakat, dan kepedulian terhadap pembangunan desa.

Penulis: Indra

Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *