TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 serta menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk mengalokasikan 4.000 ton beras premium dari Sulawesi ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kebijakan ini merupakan respons atas permintaan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang disampaikan dalam video conference bersama Bapanas dan Bulog, yang juga turut dihadiri Kapolda Kepri pada Selasa (25/11/2025).
Dalam rapat tersebut, Gubernur Ansar didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Rika Azmi.
“Tentunya kita menyambut baik upaya Bapanas ini, dan diharapkan dapat mengatasi ketersediaan beras di Kepri jelang Nataru,” ujar Ansar Ahmad, Kamis (27/11/2025).
Ansar menegaskan agar pasokan beras tersebut dapat segera didistribusikan ke seluruh wilayah Kepulauan Riau.
“Beras ini diharapkan dapat dikirimkan segera ke seluruh wilayah Kepri,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Gubernur Ansar menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang akhir tahun.
Ia mengingatkan potensi kenaikan harga akibat peningkatan permintaan sekaligus dampak cuaca ekstrem yang dapat menghambat distribusi barang kebutuhan pokok.
Komoditas yang menjadi perhatian antara lain cabai merah, beras, ikan selar, minyak goreng, telur, dan ayam ras.
OPD teknis diminta memperbarui neraca pangan, mempercepat alur distribusi, serta memastikan ketersediaan stok di setiap daerah.
“Inflasi Kepri pada Oktober 2025 berada di level 0,36 persen (mtm) dan 3,01 persen (yoy), masih dalam rentang sasaran nasional. Namun penting diantisipasi potensi tekanan harga jelang akhir tahun,” jelasnya.
Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, menyatakan pihaknya optimistis inflasi menjelang dan saat Nataru dapat dijaga di bawah 3,5 persen.
Menurutnya, sejumlah program pengendalian harga telah berjalan efektif, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memicu lonjakan harga.
Dengan adanya tambahan 4.000 ton beras premium, pemerintah daerah berharap kestabilan pangan dan harga tetap terjaga, khususnya menghadapi masa libur akhir tahun dan potensi gangguan distribusi akibat cuaca.
Penulis: Indra
Editor: Red












