Bintan

SPAM Tak Beroperasi, Bintan Andalkan Sumur Bor untuk Warga

×

SPAM Tak Beroperasi, Bintan Andalkan Sumur Bor untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Seri Kuala Lobam di Sei Lepan/f-indra-dk

BINTAN, deltakepri.co.id — Pemerintah Kabupaten Bintan menyiapkan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka menengah menghadapi krisis air bersih yang terjadi dalam sebulan terakhir.

Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi penanganan kekeringan, setelah sebelumnya pemerintah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

“Solusi tercepat tetap kita lakukan, tapi kita juga siapkan langkah strategis untuk jangka menengah dan panjang,” kata Ronny, Senin, 30 Maret 2026.

Rencana tersebut disusun usai peninjauan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Seri Kuala Lobam di Sei Lepan, yang saat ini tidak beroperasi.

Baca Juga :  Sekda Bintan Buka Advokasi Keamanan Pangan 2026, Dorong Sinergi Sekolah hingga Pasar

Pemerintah kemudian menggelar rapat terbatas untuk merumuskan kebijakan penanganan.

Hasilnya, tiga wilayah terdampak—Kelurahan Tanjung Permai, Kelurahan Teluk Lobam, dan Desa Teluk Sasah—akan menjadi lokasi pembangunan sumur bor.

Menurut Ronny, pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Sumur bor ini nantinya dapat digunakan masyarakat secara gratis selama 24 jam,” ujarnya.

Sambil menunggu pembangunan, distribusi air bersih tetap dilakukan oleh organisasi perangkat daerah dan dukungan pihak perusahaan di kawasan industri setempat.

Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan penambahan titik sumur bor, terutama bagi wilayah yang sulit menjangkau lokasi awal.

Baca Juga :  Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Tabur 1.200 Benih Ikan Kerapu Cantang di Desa Kelong

Untuk jangka panjang, Pemkab Bintan akan mengkaji potensi sumber air baku dari waduk yang tersedia, termasuk waduk di Kampung Limau, Desa Busung, yang dinilai memenuhi standar teknis sebagai sumber air.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan air bersih di wilayah Bintan, terutama saat menghadapi musim kemarau berkepanjangan.

Penulis: Indra

Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *