BatamHeadline

Proyek AI Data Centre Rp88 Triliun, Batam Siap Jadi Pusat Ekonomi Digital

×

Proyek AI Data Centre Rp88 Triliun, Batam Siap Jadi Pusat Ekonomi Digital

Sebarkan artikel ini
Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT PLN Batam dan PT Equator Gate System Batam (EGSB) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) sebagai langkah awal pengembangan investasi pusat data kecerdasan buatan (AI Data Centre) berskala global di Kota Batam, Senin, 25 Mei 2026.F-Istimewa

BATAM, deltakepri.co.id — Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT PLN Batam dan PT Equator Gate System Batam (EGSB) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) sebagai langkah awal pengembangan investasi pusat data kecerdasan buatan (AI Data Centre) berskala global di Kota Batam, Senin, 25 Mei 2026.

Penandatanganan yang berlangsung di Aula Tanjung Kasam, Kantor PLN Batam itu menjadi penanda masuknya investasi strategis senilai sekitar USD 5 miliar atau Rp88 triliun di kawasan Teluk Mata Ikan, Nongsa.

Baca Juga :  Peresmian PSN Galang Dihadiri Menko Perekonomian dan Kepala BP Batam

Proyek ini akan dikembangkan oleh EGSB yang merupakan bagian dari Range Intelligent Computing Technology Company Limited (Range IDC), perusahaan data centre besar asal Tiongkok yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen.

Pelaksana Harian Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyebut kerja sama tersebut sebagai bukti kesiapan Batam dalam membangun ekosistem industri digital berstandar global.

“Batam memiliki keunggulan geografis dan konektivitas internasional yang sangat kompetitif untuk industri digital masa depan,” ujar Li Claudia.

Ia menegaskan, investasi AI Data Centre ini menjadi momentum percepatan transformasi Batam menuju ekonomi berbasis teknologi, inovasi, dan digitalisasi.

Baca Juga :  Open House Lebaran, Rutan Batam Fasilitasi Warga Binaan Bertemu Keluarga

BP Batam juga meminta dukungan PLN Batam untuk memastikan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan sebagai faktor kunci industri data centre.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan proyek tersebut akan dikawal melalui pola fast-track execution guna mempercepat realisasi investasi.

“BP Batam menyiapkan kepastian investasi, percepatan layanan, dan kesiapan kawasan. PLN Batam memastikan energi. Kolaborasi ini menunjukkan Batam siap menjadi AI dan Digital Gateway Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek ini diharapkan menjadi anchor investment yang mendorong masuknya industri digital lain seperti cloud computing, semikonduktor, hingga layanan AI global.

Baca Juga :  Trio Andana: Pemerintah Tak Bisa Sendiri Bangun Masyarakat Cerdas Bermedia

EGSB diproyeksikan menyerap sekitar 700 hingga 800 tenaga kerja profesional dan mendorong transfer teknologi serta penguatan sumber daya manusia lokal.

BP Batam menegaskan transformasi ini menandai pergeseran Batam dari kawasan industri manufaktur menuju pusat eksekusi industri digital global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *