HeadlineKepriTanjungpinang

Nyanyang Sebut Hari Marwah Bukan Seremoni, tapi Simbol Harga Diri Kepri

×

Nyanyang Sebut Hari Marwah Bukan Seremoni, tapi Simbol Harga Diri Kepri

Sebarkan artikel ini
Waki Gubernur Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura/f-indra-dk

TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id — Yayasan BP3KR menggelar syukuran Hari Marwah ke-24 Provinsi Kepulauan Riau di Gedung BP3KR, Jalan H Agus Salim, Tanjungpinang, Sabtu, 15 Mei 2026.

Peringatan tersebut diawali dengan pembacaan kilas balik sejarah Kepulauan Riau sejak era kerajaan dan Kesultanan Melayu hingga awal abad ke-20.

Waki Gubernur Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan Hari Marwah menjadi momentum penting dalam perjalanan perjuangan masyarakat Kepulauan Riau menuju pembentukan provinsi sendiri.

Menurut dia, tanggal 15 Mei diperingati sebagai Hari Marwah karena bertepatan dengan deklarasi tekad pemekaran Kabupaten Kepulauan Riau menjadi Provinsi Kepulauan Riau dalam Musyawarah Besar Rakyat Kepulauan Riau pada 15 Mei 1999.

Baca Juga :  Ramadan Penuh Berkah, Wagub Kepri Safari Ramadan dan Perkuat Silaturahmi

“Marwah mengandung makna kehormatan, martabat, dan harga diri,” kata Nyanyang dalam sambutannya.

Ia menilai tantangan masyarakat Kepri saat ini bukan lagi soal pemisahan wilayah administrasi, melainkan menjaga marwah daerah melalui pembangunan yang berkeadilan dan penguatan kemandirian ekonomi.

Nyanyang berharap peringatan Hari Marwah dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di Kepulauan Riau.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan BP3KR, Sudirman Almoen, mengatakan pihaknya tengah menyusun buku sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Sudirman, buku tersebut ditargetkan selesai pada 2027 dan akan diluncurkan pada peringatan Hari Marwah ke-25 di Tanjungpinang.

Baca Juga :  Pemko Tanjungpinang Optimis Harga Sembako Stabil Menjelang Lebaran

Penulis: Indra

Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *