Beranda Tanjungpinang Museum Tanjungpinang Tarik Minat Pengunjung Dengan Berbagai Perlombaan Kreativitas

Museum Tanjungpinang Tarik Minat Pengunjung Dengan Berbagai Perlombaan Kreativitas

0
Kepala Museum Kota Tanjungpinang Ivan Kurniawan menyampaikan sambutan kegiatan Semarak Museum Dihatiku, di Mesum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Jumat (16/09/2022)

Deltakepri.co.id|Tanjungpinang – Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah kota Tanjungpinang telah menggelar Semarak Museum Dihatiku dengan berbagai perlombaan antar siswa SD, SMP hingga tingkat umum, Jum’at (16/09/2022) pagi tadi.

Kepala Museum Kota Tanjungpinang Ivan Kurniawan mengatakan, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwasata (Disbudpar), UPTD museum mengadakan perlombaan, melukis, menyanyikan lagu Hikayat, membaca Hikayat dan foto museum tingkat umum.

“Tujuan kita disini meningkatkan kunjungan masyarakat ke museum dan mengetahui sejauh mana persentase kunjungan museum setiap tahunnya,” kata Ivan.

Ivan juga menyebutkan, bila kegiatan yang dilaksanakan tanggal 6 sampai 8 September 2022 ini bersumber dari dana bantuan operasional penyelenggaraan museum Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2022.

“Kemarin itu kan mulai tanggal 6 tiga hari perlombaan cukup ramai. Sekarang ini proses penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba,” sebutnya.

Adapun jumlah generasi mengikuti kegiatan di Museum Tanjungpinang, ungkap Ivan, peserta melukis 87 orang tingkat SD dan 37 siswa tingkat SLTP.

Sedangkan perlombaan baca Hikayat berjumlah 49 orang, terdiri 29 peserta siswa SD dan 20 orang siswa SLTP sederajat. Kemudian ditambah 22 peserta lomba foto kategori umum.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang Meitya Yulianty mengungkapkan, sejatinya kegiatan di museum sudah rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Untuk tahun 2019 hingga 2022, kata Meitya, sama sekali tidak menggunakan APBD melainkan berasal dari Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) kementerian.

“Total hadiah pemenang lomba melukis, baca Hikayat dan lomba foto umum itu semua mencapai Rp49 juta dan Itu semua juga bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) BOP Kementerian RI,” terangnya.

Selain soal sumber dana, Meitya juga menerangkan, salah satu tujuan dibuatnya perlombaan ini untuk melestarikan musik Hikayat agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat.

“Caranya itu ya ini. Mengadakan berbagai kegiatan bersifat edukatif. Yang sifatnya melatih kreativitas para pelajar, mahasiswa hingga masyarakat pada umumnya,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here