TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar TP PKK Kota Tanjungpinang menjadi momentum untuk menguatkan kembali nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung di Gedung Wanita Tun Fatimah, Senggarang, Selasa (8/9/2026), dan dihadiri Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah bersama Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang Hj. Yuniarni Pustoko Weni serta jajaran organisasi perempuan di daerah tersebut.
Lis mengatakan, Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Peringatan tersebut, menurut dia, dapat menjadi ruang untuk mengingat kembali akhlak Rasulullah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika kita memperingati Maulid Nabi, kita tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga kembali kepada keteladanan beliau. Rasulullah mengajarkan bagaimana menjalani kehidupan dengan kejujuran, amanah, kasih sayang, kepedulian, dan semangat menjaga persaudaraan,” ujar Lis.
Ia menilai keluarga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak.
Karena itu, nilai kejujuran, kepedulian, kesantunan, dan tanggung jawab perlu diperkenalkan sejak dini melalui keteladanan orang tua.
Pesan tersebut, kata Lis, semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang semakin luas.
Menurutnya, perilaku seseorang di ruang digital juga mencerminkan akhlak dan harus dipertanggungjawabkan.
“Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak sebelum menulis dan membagikan informasi. Ketika ingin menulis, tanyakan kepada diri kita, apakah tulisan ini benar, apakah baik, dan apakah bermanfaat,” katanya.
Lis mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang dapat merugikan atau membuka aib orang lain.
Media sosial, menurut dia, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang memberikan manfaat, seperti komunikasi, pendidikan, pekerjaan, pengembangan usaha, serta penyebaran informasi dan pengetahuan.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan orang tua terhadap anak dalam menggunakan teknologi.
“Anak-anak kita boleh mengikuti perkembangan teknologi, boleh menggunakan handphone dan media sosial. Tetapi sebagai orang tua, kita harus memberikan pendampingan dan mengajarkan bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak. Yang paling penting, kita harus memberikan keteladanan,” ujarnya.
Lis berharap perkembangan teknologi dan pembangunan Kota Tanjungpinang tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai agama, budaya Melayu, dan budi pekerti.
“Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat, keimanan semakin kokoh, dan akhlak Rasulullah semakin nyata dalam kehidupan kita. Mari kita jaga persatuan, perkuat silaturahmi, dan bersama-sama membangun Tanjungpinang dengan hati yang baik, akhlak yang mulia, serta semangat kebersamaan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni menyoroti keteladanan Sayyidah Siti Khadijah Radhiyallahu ‘Anha sebagai sosok perempuan yang memiliki peran penting dalam mendampingi dan menguatkan perjuangan Rasulullah.
Menurut Weni, keteladanan Siti Khadijah menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga, mendidik generasi, menjaga nilai kebaikan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Perempuan bukan hanya dituntut untuk kuat secara pribadi, tetapi juga mampu menjadi penguat bagi keluarga, menjadi ibu yang mendidik dengan kasih sayang, menjadi istri yang mendampingi dengan kesetiaan, serta menjadi anggota masyarakat yang peduli terhadap lingkungan,” jelasnya.
Weni mengajak para kader PKK dan organisasi perempuan menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat pengabdian kepada keluarga dan masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni keagamaan, tetapi menjadi pengingat untuk menerapkan nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun keluarga, menjaga hubungan sosial, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Penulis: Indra
Editor: Red












