HeadlineTanjungpinang

Lima Kasus Karhutla Dilaporkan, Lis Minta Warga Waspadai Pembakaran Sampah

×

Lima Kasus Karhutla Dilaporkan, Lis Minta Warga Waspadai Pembakaran Sampah

Sebarkan artikel ini
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota Tanjungpinang dalam beberapa hari terakhir.F-Indra

TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota Tanjungpinang dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut salah satunya dipicu aktivitas pembakaran sampah yang kemudian diperparah cuaca panas dan angin.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan.

Menurut dia, kondisi cuaca saat ini meningkatkan risiko api menjalar ke area yang mudah terbakar.

“Saat ini kan telah masuk musim selatan, apalagi mendekati musim kemarau. Dengan kondisi seperti ini kami imbau agar tidak membakar lahan maupun sampah,” ujar Lis, Senin, 10 Agustus 2026.

Baca Juga :  Ansar Sebut Kedatangan Ketua MA Momentum Buat Kepri

Lis menyebut pemerintah telah menerima laporan sekitar lima kejadian Karhutla.

Karena itu, dia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan ikut menjaga lingkungan dari potensi kebakaran.

Menurut Lis, kebiasaan membakar sampah dapat menjadi sumber api yang sulit dikendalikan ketika kondisi lingkungan kering dan angin bertiup cukup kencang.

Selain pembakaran sampah, dia mengingatkan masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Bara dari puntung rokok dapat memicu kebakaran apabila mengenai material atau lahan yang kering.

“Karhutla dapat terjadi apabila pada saat membakar sampah percikan api dapat menyebar ke tempat kering sehingga mudah terbakar,” katanya.

Baca Juga :  IMM gelar aksi damai di Pamedan

Lis meminta masyarakat memilih cara pengelolaan sampah yang lebih aman dan tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama ketika kondisi cuaca panas dan berangin.

Ia menilai pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran bersama. Pemerintah dan petugas dapat melakukan penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi upaya mencegah munculnya titik api juga sangat bergantung pada perilaku masyarakat.

Pemerintah Kota Tanjungpinang mengajak warga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran agar dapat ditangani sebelum meluas.

Penulis: Indra
Editor: Red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *