BINTAN, deltakepri.co.id – Ketua Organisasi Nelayan Pengikik Musyawarah Rakyat Banyak (ONP-Murba), Iswandi akhirnya angkat bicara dan mengungkap dugaan pengeboman ikan yang terjadi sejak tahun 2023 lalu.
Iswandi mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Desa (Kades) Pengikik, namun tidak direspon oleh perangkat Desa termasuk Sekertaris Desa (Sekdes).
“Kita sudah keluhkan itu ke Kades dan meminta kades menghubungi Bhabinkamtibmas, tapi pak kades malah balik menyuruh saya menghubungi Bhabinkamtibmas. Apa gunanya ada kades kalau tidak mau mendengar kelurahan warganya,” ucap Iswandi, Sabtu (02/03/2024).
Menurut Iswandi, dugaan aktivitas pengeboman ikan Nelayan Kalimantan Barat (Kalbar) diketahui telah berhari-hari masuk ke Pengikik, dan diduga disandarkan tidak jauh dari rumah Kades.
“Pak Kades tahu itu kapal pengebom ikan namun tidak menegur, ia tidak mau membantu warganya,” terangnya.
Sementara untuk Sekdesnya, ungkap Iswandi, juga telah mengetahui pihak Kecamatan sudah menghubungi Sekdes menanyakan perihal tersebut, namun Sekdes malah membantah aktivitas yang terjadi di Desa Pengkik.
Sehingga dari pemberitaan sebelumnya, camat Tambelan malah menyebut jika berita yang beredar soal aktivitas di Desa Pengkik adalah bohong, lantaran Camat telah menghubungi Sekdes.
“Pak sekdes saja sudah berapa bulan ini tidak berada di Desa Pengkik kita tidak tahu dimana posisi pak sekdesnya,” ungkapnya.
Selain itu, Iswandi juga mengungkapkan, bahwa pengeboman ikan juga terjadi kembali pada 27 Februari tahun 2024 lalu, pasca pemilu.
Dengan kejadian ini, pihaknya mengaku tidak berani lakukan perlawanan terhadap para nelayan asal Kalbar yang masuk ke Desa Pengikik. Hal ini pun membuat pendapatan mereka semakin menurun.
“Kita tidak berani melakukan perlawanan karena tidak memiliki senjata untuk melawan. Hasil tangkap yang kita dapat sangat jauh menurun mencapai 40 persen dari pendapatan sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bintan Iptu Misyamsu Alson mengatakan, telah mengkonfirmasi perihal laporan nelayan Desa Pengikik.
“Kita tetap melakukan penyelidikan perihal dugaan pengeboman ikan yang diduga dilakukan nelayan Kalimantan Barat,” tukasnya. (Yuli)












