BintanHeadlineKepri

Kepri Sukses Ekspor Ayam Hidup, Standar Kesehatan Hewan Diakui Singapura

×

Kepri Sukses Ekspor Ayam Hidup, Standar Kesehatan Hewan Diakui Singapura

Sebarkan artikel ini
Pelepasan ekspor ayam hidup oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad (tengah) melalui Pelabuhan Sri Payung, Batu Enam, Tanjungpinang, Oktober 2025 lalu. F-Diskominfo Kepri

BINTAN, deltakepri.co.id — Provinsi Kepulauan Riau mencatat capaian baru di sektor peternakan unggas dengan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang berhasil melakukan ekspor ayam hidup atau live bird ke Singapura.

Ekspor tersebut dilakukan melalui perusahaan peternakan modern PT Ciomas Adisatwa⁠ dan PT Indojaya Agrinusa (Japfa Group)⁠ yang beroperasi di Kabupaten Bintan.

Pemerintah Provinsi Kepri menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sektor peternakan unggas di wilayah perbatasan Indonesia mampu berkembang dengan sistem modern dan berdaya saing internasional.

Dengan penerapan sistem pemeliharaan modern, biosecurity ketat, serta pengawasan kesehatan hewan secara berkelanjutan, ayam hidup asal Kepri dinilai memenuhi standar kualitas dan kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Singapura.

Baca Juga :  Waspada! Temuan Kosmetik Ilegal di Batam, LPKTNRI Akan Turun Tangan

Hingga kini, jumlah ayam hidup yang telah diekspor tercatat mencapai lebih dari 334.568 ekor dan terus menunjukkan tren peningkatan.

Pelepasan ekspor ayam hidup ke Singapura dilakukan langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Menurut Ansar, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, tenaga kesehatan hewan, dan para peternak unggas di Kepulauan Riau.

“Keberhasilan ekspor ayam hidup ke Singapura ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kepulauan Riau. Ini membuktikan bahwa sektor peternakan kita mampu bersaing di pasar internasional dengan kualitas yang baik dan standar kesehatan yang tinggi,” ujar Ansar.

Baca Juga :  Batal Dirikan Rumah Pemotongan Ayam, PT Japfa Kini Bangun Kandang Ayam

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kepri akan terus mendorong pengembangan sektor peternakan modern sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah dan ketahanan pangan nasional.

“Kita akan terus memperkuat sektor peternakan unggas di Kepri, baik dari sisi kualitas produksi, kesehatan hewan, hingga pengembangan investasi peternakan modern agar semakin maju dan berdaya saing,” katanya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Kepri juga disebut terus melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap kualitas unggas mulai dari kandang hingga proses distribusi.

Baca Juga :  Setelah Desakan Cen Sui Lan, PELNI Tugaskan KM Kelimutu Layani Natuna Saat KM Bukit Raya Docking

Aktivitas peternakan modern yang terintegrasi hingga proses distribusi ayam hidup melalui jalur laut dinilai menjadi gambaran transformasi sektor unggas di Kepri.

Dari Kabupaten Bintan, produk unggas asal Kepri kini mampu menembus pasar internasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan sektor peternakan di kawasan regional.

Penulis: Indra
Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *