Beranda Bintan Kasi Pidsus Kejari Bintan Beberkan Temuan Dugaan Korupsi Desa Lancang Kuning

Kasi Pidsus Kejari Bintan Beberkan Temuan Dugaan Korupsi Desa Lancang Kuning

0
Kasi Pidsus Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi saat diwawancarai di ruang kerjanya, kantor Kejari Bintan, Senin (16/1/2023)/f-yuli

Deltakepri.co.id|Bintan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan beberkan beberapa temuan potensi kerugian negara lewat dugaan korupsi Desa Lancang Kuning di Kabupaten Bintan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi-Pidsus) Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi saat dikonfirmasi, mengatakan, bahwa kegiatan tersebut berpotensi merugian keuangan negara.

“Nanti kita akan sebutkan secara rinci kegiatannya seperti apa,” kata Fajrian saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (16/1/2023).

Menurut Fajrian, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dugaan korupsi Desa Lancang Kuning atas Penggadaan Sapi, Madu kelulut dan Penggandaan Kandang Sapi pada 2018 lalu.

Dengan dugaaan kisaran kerugian negara sebesar Rp200 juta. Atas hal itu, sambung Fajrian, Kejari Bintan akan melanjutkan kembali pendalam perkara untuk menemukan kerugian negara lainnya di tahun anggaran 2020.

Untuk sementara ini, urainya, sebanyak 14 orang telah dimintai keterangan termasuk mantan Kepala Desa (Kades) Lancang Kuning, dan dari hasil pendalaman itu ditemukan pula kerugian lainnya.

“Ada kita temukan kerugian lainnya, selain sapi, madu kelulut dan kandang sapi, saat ini masih dilakukan proses penyelidikan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Bintan tengah mengumpulkan bahan dan keterangan dari penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi di Desa Lancang Kuning Kabupaten Bintan, Rabu (30/11/2022) siang.

Kepala Seksi Intelejen Kejari Bintan, Syamsul Sahubauwa menyebutkan, jika perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh tim pidana khusus (Pidsus)

“Kita telah meminta 10 klarifikasi perangkat desa, terkait pengadaan sapi yang diduga fiktif,” katanya saat dikonfirmasi deltakepri.co.id.

Menurutnya, perkara dugaan korupsi tetap berlanjut meski sebelumnya telah ditangani Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) yang diduga ditemukan kerugian negara.

“Proses tetap berlanjut hanya saja saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah desa membeli sejumlah anak sapi berjumlah 8 ekor sapi jantan dan 12 ekor sapi betina namun hasilnya diduga fiktif.

Adapun pengadaan yang dilakuan Desa Lancang Kuning di antaranya Anggaran pengadaan kelulut sekira Rp132 juta dan pengadaan kelapa sekira Rp41 juta.

Sedangkan pengadaan sapi sekira Rp252 juta, dengan dua kali pembelian. Pembelian pertama sekira Rp120 juta, dan pembelian kedua sekira Rp132 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here