BINTAN, deltakepri.co.id — Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau di halaman Kantor Bupati Bintan, Kamis (24/9/2026).
Bupati Bintan Roby Kurniawan bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan pidato Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Dalam amanat tersebut, sejumlah indikator pembangunan dan capaian ekonomi Kepulauan Riau disampaikan.
Salah satunya pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2026 yang mencapai 6,99 persen secara tahunan.
Angka tersebut menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan berada di posisi ketiga secara nasional.
Dari sisi investasi, realisasi pada semester I 2026 mencapai Rp40,38 triliun. Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Provinsi Kepri, capaian tersebut setara 94,32 persen dari target nasional semester I sebesar Rp42,81 triliun.
Dalam pidato yang dibacakannya, Roby mengatakan berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama masyarakat dan pemerintah dalam menjaga pembangunan daerah.
“Kemajuan Kepri menjadi persembahan kita semua dengan menjaga marwah. Setiap jengkal karang, hempasan gelombang laut dan gugusan pulau telah menyimpan janji sejarah dan telah menitipkan cita-cita luhur yang tentu tak boleh padam, melainkan harus terus dinyalakan sebagai wujud falsafah Takkan Melayu Hilang di Bumi,” kata Roby.
Selain indikator ekonomi, Pemerintah Provinsi Kepri juga menyebut telah meraih 112 penghargaan nasional dan internasional.
Capaian tersebut mencakup berbagai bidang pembangunan dan pelayanan pemerintah.
Roby mengatakan peringatan Hari Jadi Kepri ke-24 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat kebersamaan.
Menurut dia, seluruh elemen masyarakat perlu saling bergandengan tangan dalam menjaga amanah pembangunan dan melanjutkan upaya memajukan daerah.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Bintan, Sekretaris Daerah Bintan, jajaran DPRD Bintan, Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
Peserta upacara mengenakan pakaian kurung Melayu. Rangkaian peringatan berlangsung dengan nuansa budaya Melayu yang menjadi bagian dari identitas Provinsi Kepulauan Riau.
Penulis: Indra
Editor: Red












