Bintan

Dari Balik Lapas ke Pulau Penyengat, Hadroh Warga Binaan Tampil di Hari Jadi Kepri

×

Dari Balik Lapas ke Pulau Penyengat, Hadroh Warga Binaan Tampil di Hari Jadi Kepri

Sebarkan artikel ini
Tim Hadroh Lapas Kelas IIA Tanjungpinang turut mewarnai peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis, (24/9/2026)/f-indra-dk

BINTAN, deltakepri.co.id — Lantunan shalawat dari Tim Hadroh Lapas Kelas IIA Tanjungpinang turut mewarnai peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis, 24 September 2026.

Tim hadroh yang terdiri atas petugas dan warga binaan Lapas Kelas IIA Tanjungpinang tampil dalam rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Kepri.

Penampilan tersebut berlangsung dalam suasana religius yang berpadu dengan nuansa budaya Melayu.

Peringatan tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Kepri Ansar Ahmad serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa–Dosen STAI MU Gelar Doa dan Zikir Bareng

Penampilan hadroh menjadi bagian dari kontribusi Lapas Tanjungpinang dalam memeriahkan hari jadi provinsi sekaligus memperlihatkan hasil pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

Petugas dan warga binaan tampil bersama membawakan lantunan shalawat dan musik hadroh.

Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan seni, keagamaan, kerja sama serta kepercayaan diri.

Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Suparman, mengatakan keterlibatan warga binaan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi yang dapat terus dikembangkan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan ruang kepada warga binaan untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Kolaborasi bersama petugas juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dan menciptakan pembinaan yang humanis,” ujar Suparman.

Baca Juga :  Sekda Ronny: Bintan Boleh Maju, tapi Jangan Kehilangan Jati Diri Melayu

Menurut dia, pembinaan warga binaan tidak hanya diarahkan pada keterampilan, tetapi juga mencakup aspek keagamaan, seni dan pembentukan karakter.

Kegiatan di Pulau Penyengat tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Tanjungpinang menghadirkan pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkarya sekaligus mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Penulis: Indra

Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *