NATUNA, deltakepri.co.id — Bupati Natuna Cen Sui Lan mendorong nelayan meningkatkan kemampuan membaca informasi cuaca dan kondisi laut untuk mengurangi risiko saat beraktivitas di perairan.
Pesan tersebut disampaikan Cen Sui Lan saat menghadiri Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Penagi Natuna. Kegiatan itu mengusung tema “Nelayan Hebat, Selamat dan Sejahtera”.
Cen mengatakan kondisi geografis Natuna sebagai wilayah kepulauan membuat aktivitas kelautan dan perikanan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Namun, aktivitas melaut juga memiliki risiko yang berkaitan dengan perubahan cuaca dan kondisi perairan.
“Aktivitas melaut tentunya memiliki risiko yang tidak kecil, baik kondisi cuaca, tinggi gelombang, kecepatan angin, arus laut dan berbagai perubahan kondisi tersebut dapat memengaruhi keselamatan serta hasil tangkapan nelayan,” ujar Cen.
Menurut dia, informasi cuaca dan kondisi laut perlu menjadi pertimbangan nelayan sebelum maupun saat berada di laut. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh melalui SLCN diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.
“Dengan semakin banyak nelayan yang memahami informasi cuaca, kita berharap dapat membangun budaya keselamatan di laut yang semakin kuat di Kabupaten Natuna,” katanya.
Cen juga menyatakan Pemkab Natuna akan terus mendukung program peningkatan kapasitas, perlindungan, dan kesejahteraan nelayan.
Ia meminta peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berdiskusi dan bertukar pengetahuan.
“Yang kita harapkan dari kegiatan ini, nelayan tidak hanya mampu menangkap ikan, tetapi juga mampu membaca kondisi alam, memahami informasi cuaca, mengambil keputusan dengan tepat, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas melaut,” ujar Cen.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Penagi Natuna Rafael Alesandro Marbun mengatakan SLCN diikuti 35 peserta yang terdiri atas nelayan dan penyuluh dari sejumlah desa dan kelurahan di Natuna.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para nelayan mengenai informasi dan perkembangan cuaca, sehingga dapat dimanfaatkan dalam mendukung aktivitas mereka di laut serta peningkatan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Natuna,” kata Rafael.
Menurut Rafael, peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada nelayan lainnya, terutama melalui para penyuluh.
Materi SLCN disampaikan oleh narasumber dari Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Kantor SAR, dan Stasiun Meteorologi Maritim Penagi Natuna.
Materi mencakup informasi cuaca, kondisi kelautan, serta aspek keselamatan yang diperlukan nelayan saat beraktivitas di perairan Natuna.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin nelayan semakin memahami informasi cuaca dan mampu menggunakannya sebagai salah satu dasar dalam mengambil keputusan saat akan melaut, sehingga aspek keselamatan dapat lebih diutamakan,” ujar Rafael.
Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca sekaligus mendukung aktivitas penangkapan ikan yang lebih aman dan keberlanjutan sektor kelautan serta perikanan di Natuna.
Penulis: Ridzuan
Editor: Indra












