TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanjungpinang bersama Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) bertema Strategi Membangkitkan Perekonomian Tanjungpinang di Hotel Pelangi, Sabtu (20/12/2025).
Forum ini menghadirkan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Kepala BP Tanjungpinang Cokky Wijaya, Anggota DPRD Kepri Bobby Jayanto, perwakilan MTI dan Asita, serta akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Akademisi UMRAH, Wahyu Eko, menilai Tanjungpinang masih menghadapi persoalan struktural, mulai dari kualitas pendidikan, penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar, keterbatasan layanan kesehatan di Dompak, hingga kasus stunting yang masih cukup tinggi.
Ia juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah dan potensi banjir akibat penataan permukiman.
Anggota DPRD Kepri Bobby Jayanto menyebut persoalan tersebut berulang setiap tahun tanpa penyelesaian signifikan.
Ia menyoroti minimnya penerangan jalan, kebersihan kota yang rendah, serta pencemaran perairan di kawasan pelantar.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan anggaran khusus, termasuk sarana pembersih pantai dan laut, untuk mendukung pariwisata.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan keterbatasan lahan dan lemahnya iklim investasi menjadi tantangan utama pembangunan daerah.
Dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 3 persen pada 2025, Tanjungpinang dinilai belum menjadi penggerak ekonomi regional.
“Perputaran uang masih banyak mengalir ke Batam,” kata Lis.
Ia juga menyoroti belum memadainya infrastruktur pendukung pariwisata budaya, termasuk ketiadaan pelabuhan impor serta persoalan Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan yang menghambat investasi.
Sementara itu, Kepala BP Tanjungpinang Cokky Wijaya menyatakan kawasan Free Trade Zone masih memiliki potensi lahan, meski sebagian berada di kawasan hutan.
Ia juga menilai Pelabuhan Tanjung Moco berpeluang diaktifkan kembali sebagai pintu ekspor-impor.
FGD turut menyoroti persoalan transportasi dan pariwisata, seperti keterbatasan bus sekolah, belum optimalnya transportasi umum, serta minimnya destinasi unggulan.
Pemerintah Kota Tanjungpinang menyatakan telah mengoperasikan kembali enam unit bus dan tengah menyusun kalender pariwisata daerah.
Penulis: Indra
Editor: Red












