HeadlineTanjungpinang

Kasus Malaria Muncul di Tanjungpinang, 39 Warga Terjangkit

×

Kasus Malaria Muncul di Tanjungpinang, 39 Warga Terjangkit

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi nyamuk dbd/f-dk

TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id — Kasus malaria kembali ditemukan di Kota Tanjungpinang setelah peningkatan curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Temuan ini memicu kewaspadaan, mengingat daerah tersebut sebelumnya dinyatakan bebas malaria sejak 2014.

Kepala Bidang di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Tanjungpinang, Rustam, mengatakan kemunculan kasus malaria saat ini tergolong jarang dan umumnya berasal dari kasus kambuh atau impor dari luar daerah.

“Kasus malaria biasanya terjadi karena relaps atau impor. Ketika ada kasus tersebut dan terdapat nyamuk perantaranya, maka penularan bisa terjadi,” ujarnya, Sabtu, 25 April 2026.

Baca Juga :  10 Titik Tempat Penjualan Makanan Takjil di Tanjungpinang Diperiksa

Menurut Rustam, wilayah Senggarang dan Kampung Bugis memiliki banyak laguna dan rawa yang menjadi habitat nyamuk Anopheles, vektor penyebar malaria.

Kondisi lingkungan di kawasan tersebut juga mengalami perubahan akibat aktivitas pembangunan, seperti penimbunan lahan.

“Setiap intervensi pembangunan seharusnya disertai kajian lingkungan, termasuk dampak kesehatan. Karena sudah terjadi, langkah yang bisa dilakukan adalah mengurangi dampaknya,” kata dia.

Sebagai upaya pengendalian, Dinkes bersama perangkat kelurahan dan RT/RW akan melakukan pemberantasan jentik di area laguna.

Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan darah massal untuk mendeteksi warga yang terinfeksi.

Baca Juga :  Pengurus YKI Kepri Dikukuhkan, Sinta Aneng Dorong Edukasi Pencegahan Kanker

“Mass blood survey akan dilakukan pada 27–28 April dengan melibatkan tim laboratorium kesehatan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kampung Bugis, Raja Lisa Riantuti, menyebutkan hingga 24 April 2026 tercatat 39 kasus malaria di dua wilayah tersebut.

“Sebanyak 4 kasus di Kampung Bugis dan 35 kasus di Senggarang,” katanya.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan potensi berkembangnya nyamuk, guna mencegah penularan lebih luas.

Penulis: Indra
Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *