Lingga

Peletakan Batu Pertama, Pembangunan Gedung Perpusatakaan Dua Lantai, Menjadi Sejarah Baru Kabupaten Lingga

×

Peletakan Batu Pertama, Pembangunan Gedung Perpusatakaan Dua Lantai, Menjadi Sejarah Baru Kabupaten Lingga

Sebarkan artikel ini
Pembacaan doa bersama sebelum dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan gedung perpustakaan Kabupaten Lingga. F/Istimewa.

DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Peletakan Batu Pertama, Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah, menjadi sejarah baru Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Kamis (7/3/2024).

Dimana, hari ini menjadi saksi bersejarah dari peletakan batu pertama pembangunan Gedung Perpustakaan oleh Bupati Lingga Muhammad Nizar.

“Hari ini kita peletakan batu pertama atau groundbreaking, untuk pembangunan pustaka yang ada di kabupaten Lingga, dengan anggaran lebih kurang 10 miliar dari dana alokasi (DAK) khusus di kementerian atau pustaka nasional,” ujar Bupati Nizar disela-sela menghadiri kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Lingga Said Rudi Pallo. F/istimewa.

Nizar berharap nantinya gedung perpustakaan umum dengan bangunan dua lantai itu dapat meningkatkan minat baca di masyarakat Kabupaten Lingga, khusus generasi muda.

“Mudah-mudahan ini berkah dan menjadi titik kumpul untuk anak-anak kita untuk terus mendapatkan ilmu literasinya ditempat yang baru ini. Ini dua tingkat, di bawahnya kantor, di atasnya tempat bacaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lingga, H. Armia juga turut menyampaikan rasa syukur atas di mulainya pembangunan gedung perpustakaan yang telah lama dinantikan oleh pemerintah daerah untuk masyarakat Lingga.

Tamu udangan dan beserta Sekda Kabupaten Lingga Armia (baju kurung biru) tampak melangsungkan doa bersama. F/istimewa.

Pentingnya komitmen, seriusitas, dan pengawasan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lingga menjadi atensi yang diutamakan olehnya selama proses pembangunan berlangsung.

Ia berharap agar pihak pelaksana mampu melaksanakan tugasnya dengan optimal dan menyelesaikan progres tepat waktu, mengingat pentingnya proyek strategis ini untuk kemajuan daerah.

“Saya mengharapkan OPD terkait untuk terus mengawasi proyek ini hingga selesai, agar tidak ada ketidaksesuaian dengan anggaran yang telah dialokasikan. Dana yang digelontorkan untuk proyek ini besar dan telah melalui perjuangan sejak tahun 2021,” ujarnya.

Terpisah, direktur kontraktor pelaksana CV Firman Jaya, Wahyudi Pratama ST, mengakui tantangan yang dihadapi, khususnya kondisi medan berair di lokasi proyek.

Ia menegaskan bahwa timnya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencukupi progres sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami akan bekerja sesuai dengan mekanisme yang ada, insyallah pengerjaan ini sesuai dengan jadwal dan tepat waktu,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan gedung layanan Perpustakaan Daerah yang baru itu memakan waktu hingga 270 hari kalender.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *