Beranda Advertorial Pansus C DPRD Natuna Lakukan Kunker ke Kabupaten Lingga

Pansus C DPRD Natuna Lakukan Kunker ke Kabupaten Lingga

46
0

Deltakepri-Pansus C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Lingga guna membahas tentang daerah atau kota yang akan dijadikan daerah pusaka atau kota pusaka di Natuna.

Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Pansus C DPRD Natuna, Marzuki,SH dan diikuti Sekretaris, Lamhot Sijabat, serta anggota Ibrahim, Eryady dan Andes Putra dilakukan pada tanggal 22-23 Oktober 2020.

Ketika dihubungi melalui pesan WhatsAap, Jum’at 23 Oktober 2020, Marzuki menyampaikan bahwasanya pansus C DPRD Natuna disambut secara hangat oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Kamaruzzaman beserta jajaran staf serta Kabid dari Badan Perencanaan Pengembangan, Penelitian BP3D Kabupaten Lingga, di Balai Adat sekaligus sebagai Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga. “Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kunjungan kerja ke daerah sini,”tutur Marzuki.

Baca Juga :   Anggota Komisi IV Ikut Budidaya Ikan Kakap

Marzuki menyebutkan Kabupaten Lingga sudah masuk dalam Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) Kementrian PUPR dan persyaratan untuk masuk didalam program tersebut tidak lah sulit.

“Sangat disayangkan kalau kita Kabupaten Natuna belum masuk program tersebut, padahal di Natuna begitu banyak situs-situs bersejarah dan juga cagar budaya baik berupa benda maupun non benda yang menjadi kewajiban kita untuk melestarikannya,” sebut Marzuki.

Oleh karena itu, lanjut Marzuki dengan mengikuti program P3KP tersebut tentunya kementrian akan mengucurkan anggaran ke Natuna, sehingga situs-situs bersejarah baik berupa benda maupun non benda bisa dilestarikan melaui program ini tanpa menyedot APBD Natuna yang terbatas.

Baca Juga :   Widiastadi di daulat sebagai Dewan Penasehat KB FKPPI Kepri

“Perda pelestarian budaya dan situs bersejarah ini merupakan perda inisiatif dari DPRD Natuna yang nantinya akan menjadi salah satu payung hukum bagi pemerintah daerah, sehingga pusat-pusat kebudayaan dan pelestarian cagar budaya didaerah kita bisa menjadi potensi daerah.  Karena nantinya kota atau daerah pusaka tersebut akan menjadi objek dan pengembangan wisata baik wisata situs bersejarah atau wisata relegius didaerah kita,” imbuh Marzuki.

Selain ke gedung adat, rombongan Pansus C DPRD Natuna juga dibawa melihat musium yang kebetulan bersebelahan dengan gedung adat. “Natuna juga punya kekayaan benda-benda kuno tersebut. Dan kita juga punya meseum, tinggal lagi bagaimana upaya kita barang-barang kuno/antik yang memang sebagian sudah dimiliki masyarakat bisa diupayakan untuk menghiasi musium daerah kita. Hal ini juga perlu upaya dari pemerintah dan juga kesadaran masyarakat kita,” tutup Marzuki. (DK/KP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here