BATAM, deltakepri.co.id – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi kebutuhan industri.
Hal tersebut disampaikan Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, saat menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Forum Direktur dan Ketua Darma Wanita Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia, Kamis (12/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Fary hadir sebagai keynote speaker.
Fary menekankan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, khususnya di Batam yang terus berkembang sebagai pusat investasi.
“Batam harus terus berkembang sebagai role model pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah penting yang harus kita perkuat adalah pengembangan SDM unggul berbasis teknologi sebagai fondasi utamanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan vokasi tidak hanya memberikan bekal teori, tetapi juga membangun keterampilan praktis yang dibutuhkan industri, terutama di tengah pesatnya transformasi digital.
Saat ini, Batam memiliki 31 kawasan industri strategis dan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terus berkembang dan berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut menuntut ketersediaan tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap investasi yang masuk ke Batam mendapat dukungan oleh SDM lokal yang kompeten,” tegas Fary.
Ia menambahkan, BP Batam siap memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi vokasi, dan dunia industri guna menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan berkelanjutan.
“Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)












