BATAM, deltakepri.co.id — Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal mengapresiasi langkah aparat kepolisian dalam mengendalikan situasi setelah bentrokan di kawasan Setokok, Jembatan 3 Barelang, Kota Batam.
Rizki meminta pengamanan tidak berhenti pada penanganan pascakejadian.
Menurut dia, Polda Kepulauan Riau dan Polresta Barelang perlu memperkuat langkah pencegahan untuk mengantisipasi aksi balasan maupun bentrokan susulan.
“Saya mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dan seluruh pihak terkait yang telah bergerak mengendalikan situasi pasca bentrokan di Setokok. Yang terpenting sekarang adalah memastikan situasi tetap aman dan tidak terjadi bentrokan susulan,” ujar Rizki Faisal.
Ia meminta aparat memperkuat pengawasan di lokasi serta titik-titik yang berpotensi memicu konflik lanjutan.
“Polda Kepri dan Polresta Barelang perlu terus memperkuat langkah preventif. Jangan sampai ada aksi balasan atau bentrokan susulan yang kemudian membuat persoalan semakin meluas,” katanya.
Selain menjaga keamanan, Rizki meminta proses hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti.
“Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum. Tetapi prosesnya harus tetap profesional, objektif dan berdasarkan alat bukti. Ini penting agar masyarakat mendapatkan rasa keadilan sekaligus kepastian hukum,” tegasnya.
Rizki juga mengingatkan agar persoalan yang berkaitan dengan sengketa atau penguasaan lahan tidak diselesaikan melalui kekerasan.
“Kalau ada persoalan atau sengketa, selesaikan melalui jalur hukum. Bukan dengan kekerasan. Negara memiliki mekanisme hukum untuk menyelesaikan setiap persoalan,” ujarnya.
Menurut dia, komunikasi antara aparat, masyarakat, dan pihak-pihak yang berselisih perlu diperkuat agar konflik tidak berkembang menjadi persoalan baru.
“Yang kita jaga bukan hanya situasi hari ini, tetapi juga jangan sampai persoalan ini meninggalkan konflik baru di kemudian hari. Masyarakat harus merasa aman, dan setiap persoalan harus diselesaikan melalui hukum,” katanya.
Bentrokan terjadi di kawasan Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, pada Senin (14/9/2026).
Polisi menyebut peristiwa tersebut berkaitan dengan konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama dan sebelumnya beberapa kali diupayakan penyelesaiannya melalui mediasi.
Polisi juga menegaskan kasus tersebut tidak berkaitan dengan isu SARA.
Dalam peristiwa itu, dua orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Polisi kemudian melakukan pengamanan lokasi, pemeriksaan, serta penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan peran masing-masing pihak.
Polresta Barelang menyatakan sejumlah orang telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Penyidik masih mendalami perkara tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang berada di lokasi.
Rizki berharap penanganan perkara dilakukan sampai tuntas sehingga situasi keamanan di Batam tetap terjaga.
“Kita apresiasi aparat yang sudah bergerak cepat. Sekarang kita dorong agar penegakan hukumnya berjalan sampai tuntas, situasi tetap kondusif, dan masyarakat tidak lagi menjadi korban dari konflik yang seharusnya bisa diselesaikan melalui hukum,” ujarnya. (*)












