BATAM, deltakepri.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam melanjutkan revitalisasi Underpass Pelita sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan, sekaligus memperkuat aspek keselamatan, kenyamanan, dan estetika ruang publik di Kota Batam.
Program tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra yang menjadikan peningkatan infrastruktur publik sebagai salah satu prioritas pelayanan kepada masyarakat.
Revitalisasi tidak hanya difokuskan pada pembaruan fisik bangunan, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan fasilitas publik yang lebih aman, nyaman, fungsional, dan memiliki nilai estetika.
Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan pekerjaan dilakukan dengan mempertahankan struktur utama underpass agar kekuatan konstruksi tetap terjaga.
“Kami berusaha untuk tidak menyentuh struktur utama underpass agar tidak mempengaruhi kekuatannya, sehingga kami menghindari pengeboran pada bagian atap underpass,” kata Mouris.
Menurut dia, sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pembuatan penutup drainase serta penambahan struktur penguat lightbox agar lebih kokoh, stabil, dan memiliki daya tahan yang lebih baik.
Selain itu, BP Batam juga memperkuat aspek keamanan dengan memasang sejumlah kamera pengawas (CCTV) di kawasan underpass.
Perangkat tersebut diharapkan dapat membantu pengawasan fasilitas publik sekaligus mencegah aksi vandalisme maupun pencurian komponen infrastruktur.
Mouris mengatakan revitalisasi Underpass Pelita ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026 sehingga seluruh fasilitas dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
BP Batam juga mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun agar tetap bersih, aman, dan terhindar dari tindakan perusakan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh pengguna jalan. (*)












