BintanHeadline

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Tanjungpinang Belajar Bakery hingga Budidaya Lele

×

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Tanjungpinang Belajar Bakery hingga Budidaya Lele

Sebarkan artikel ini
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kali ini, Lapas membuka pelatihan pembuatan bakery dan pembenihan ikan lele yang diikuti oleh 40 warga binaan, Senin (4/8/2025).F-Indra

BINTAN, deltakepri.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Kali ini, Lapas membuka pelatihan pembuatan bakery dan pembenihan ikan lele yang diikuti oleh 40 warga binaan, Senin (4/8/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Seksi Kegiatan Kerja ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian dengan menjalin kerja sama bersama Dinas Perikanan Kabupaten Bintan dalam bidang budidaya ikan lele, serta Lembaga Kursus dan Pelatihan Brillant College Indonesia untuk pelatihan di bidang tata boga.

Baca Juga :  Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61, Lapas Tanjungpinang Tampilkan Hasil Budidaya Sayur

Pembukaan pelatihan diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di aula Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.

Hadir langsung Kalapas Untung Cahyo Sidharto beserta jajaran, perwakilan Dinas Perikanan Bintan, dan tim instruktur dari Brillant College Indonesia.

Pelatihan bakery diikuti oleh 20 warga binaan dengan materi meliputi pengenalan peralatan, bahan baku, hingga teknik pengolahan roti dan kue yang higienis.

Sementara pelatihan pembenihan ikan lele juga diikuti oleh 20 warga binaan dengan fokus pada teknik pembenihan, perawatan benih, dan manajemen budidaya ikan.

Baca Juga :  Warga Binaan Lapas Tanjungpinang Perkuat Keimanan Lewat Hadroh Islami

“Pelatihan ini adalah salah satu upaya untuk memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan, sehingga mereka memiliki peluang yang lebih baik di masa depan,” ungkap Untung Cahyo Sidharto, Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada pembinaan aspek hukum, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

Dengan pelatihan ini, Lapas Tanjungpinang berharap dapat melahirkan warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi secara positif di lingkungan mereka masing-masing setelah bebas.

Baca Juga :  HPN 2026 Tanjungpinang: BRK Syariah Pererat Sinergi dengan Wartawan Lewat Hadiah Menarik

Penulis : Indra

Editor : Tahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *