Tanjungpinang

Meski IPM Kepri Meningkat, BPS Minta Dunia Pendidikan dan Lapangan Kerja Diperhatikan

×

Meski IPM Kepri Meningkat, BPS Minta Dunia Pendidikan dan Lapangan Kerja Diperhatikan

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Margaretha Ari Anggorowati saat memimpin rapat di Kantor BPS Provinsi Kepri, Jumat (15/11/2024).F-DK

TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepri 2023-2024 mengalami peningkatan dan berada pada posisi ketiga skala nasional serta posisi pertama se Sumatera.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan dari angka IPM Provinsi Kepri mengalami kenaikan dari hasil upaya komponen elemen pembentukan indikator menguat.

“Untuk IPM 2023-2024 mengalami 79,89 persen naik 4,87 poin jika di bandingkan level nasional Kepri berada di atas nasional,” ujar Margaretha di Kantor BPS Provinsi Kepri, Jumat (15/11/2024).

Baca Juga :  KM Sunly 10 yang Diduga Milik Seorang Pengusaha Kijang Ditangkap Bea Cukai

Untuk Kepri sendiri kata Margaretha, tingkat nasional sebesar 0,81 poin atau tumbuh 1,02 persen, sehingga berada di urutan ketiga nasional dan nomor pertama se Sumatera.

“Pada tahun ini, Margaretha mengatakan Provinsi Kepri berada urutan ketiga nasional dan nomor 1 se Sumatera,” ungkapnya.

Sisi lain, Margaretha menilai kualitas pendidikan pada tahun 2024 dalam menghadapi dunia pekerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi Provinsi Kepri.

Ia juga menjelaskan lapangan pekerjaan terbatas dibandingkan seluruh jumlah pencari pekerjaan, namun terkait hal tersebut yang harus diperhatikan adalah penguatan skill itu sendiri.

Baca Juga :  Pulau Penyengat, Destinasi Religi dan Warisan Budaya Melayu yang Memikat di Kepri

“Misalkan kemampuan mengelas, kalau didalam kelas diajarkan bagaimana cara las biasa tetapi karena Kepri dikelilingi laut bagaimana cara las di bawah laut, sehingga skill secara spesifik bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” terangnya.

Menurutnya agar mendapatkan skil secara spesifik diperlukan pencermatan yang ada setiap sekolah mengacu pada kurikulum nasional serta penambahan skill yang lebih kuat.

“Bisa juga tidak hanya melalui jalur formal tapi informal dengan kursus dan lainnya agar bisa diperkuat supaya ketemu antara lapangan pekerjaan dengan pencari kerja,” pungkasnya. (DK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *