Lingga

Tumpahan Solar di Sungai Buluh Buat Nelayan Menjerit, Pemda Cenderung Bungkam–Edi Pilih Bantah

×

Tumpahan Solar di Sungai Buluh Buat Nelayan Menjerit, Pemda Cenderung Bungkam–Edi Pilih Bantah

Sebarkan artikel ini

DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Insiden minyak solar yang tumpah diperairan Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, membuat nelayan menjerit tidak mendapatkan hasil tangkap.

Bahkan, Edi Gibson selaku pemilik kapal yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk disalurkan ke stasiun pengisian bahan bakar bunker (SPBB) di Lingga tiba-tiba karam akibat cuaca buruk dan hantaman ombak setinggi 4 meter, turut membantah bahwa tumpahan minyak itu dari kapal miliknya.

“Waduh itu saya gak tau, karena disini pun gak ada, sedikit cuman, yang sudah dikepung ini kan sudah sedikit, karena ini kan masih padat water pom karet jadi kenceng pakai press lagi kan, jadi dia gak kebuka masih rapi, jadi rembes- rembesan aja kerena kelamaan jadi rembes- rembesan aja dari karet, makanya begitu udah dipasangpun keluarnya gak banyak itu pak, gak ada itu pak, karena disini kenyataannya gak banyak pak, kalau banyak udah hitam semua pak,” katanya kepada wartawan di Lingga, Sabtu (23/5/2020).

Baca Juga :  Warga Desa Merawang Daik Menaruh Harapan ke Rudi - Rafiq

Sementara itu, baik Kepala Bagian Perekonomian Setda Lingga dan Dinas Lingkungan Hidup dipimpin oleh Joko Wiyono telah turun ke lapangan Jumat (22 Mei 2020) kemarin cenderung bungkam.

“Maaf memang turun tapi tak bisa mendekat cuaca tak baik (gelombang kuat terus hujan lebat dan disertai petir). Jadi tumpahan minyak pun tak bisa nampak karena cuaca tak bagus,” kata Joko.

Sementara dampak minyak tumpahan yang diduga dari kapal milik Edi Gibson yang akan disalurkan ke SPBB sebelum sampai kapal tersebut terlebih dahulu karam. Saat ini sedang diupayakan untuk diangkut.

Baca Juga :  Pemkab Lingga Undang Masyarakat Hadiri Kegiatan Doa Bersama Selepas Salat Isya

Keluhan para nelayan terdampak tumpahan minyak di Sungai Buluh pun mulai terdengar apalagi mereka saat ini sedang menghadapi bloking area ditengah pandemik Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *