TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang menargetkan prestasi maksimal pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Kepulauan Riau 2026 di Kabupaten Karimun.
Sebanyak 234 orang yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial disiapkan untuk mewakili ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang, Ruli Friady, mengatakan seluruh persiapan kontingen telah memasuki tahap akhir.
Pelepasan atlet dijadwalkan dilakukan Wali Kota Tanjungpinang pada Jumat, 26 Juni 2026, sebelum keberangkatan menuju Karimun.
“Total kontingen berjumlah 234 orang, termasuk ofisial. Sementara atlet pelajar yang akan bertanding sebanyak 186 orang,” kata Ruli, Kamis, 25 Juni 2026.
Keberangkatan kontingen dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga.
Tim sepak bola menjadi rombongan pertama yang berangkat pada 29 Juni karena pertandingan dimulai lebih awal.
Adapun sebagian besar kontingen dijadwalkan bertolak pada 2 Juli, bertepatan dengan pembukaan resmi POPDA X Kepri.
Pada penyelenggaraan tahun ini, POPDA mempertandingkan 10 cabang olahraga serta satu cabang eksibisi, yakni karate.
Ruli menyebut pencak silat, atletik, dan renang menjadi cabang olahraga yang diharapkan mampu menyumbang medali terbanyak bagi Tanjungpinang.
Ketiga cabang tersebut memiliki jumlah nomor pertandingan yang relatif banyak sehingga peluang meraih poin juga lebih besar.
“Kalau hasilnya maksimal, peluang kita untuk meraih juara umum juga semakin terbuka,” ujarnya.
Menurut Ruli, kesiapan atlet telah mencapai tahap optimal setelah mengikuti pemusatan latihan atau training center selama tiga bulan.
Durasi persiapan itu lebih panjang dibandingkan pelaksanaan POPDA sebelumnya.
Ia berharap waktu latihan yang lebih lama dapat berdampak pada peningkatan performa atlet saat bertanding.
“Mudah-mudahan dengan persiapan yang lebih panjang, para atlet bisa mencapai performa terbaik,” katanya.
Dispora juga mengingatkan seluruh atlet agar menjadikan POPDA sebagai ajang menunjukkan kemampuan sekaligus mengukir prestasi, bukan sebagai tekanan.
“Jadikan ajang ini sebagai tantangan untuk meraih prestasi tertinggi, bukan sebagai beban,” ujar Ruli.
Penulis: Indra
Editor: Red












