HeadlineTanjungpinang

Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Tanjungpinang Siapkan Suplai Air Bersih

×

Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Tanjungpinang Siapkan Suplai Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Tanjungpinang Siapkan Suplai Air Bersih.F-Indra

TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air menyusul minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut mulai berdampak pada ketersediaan air di sejumlah sumur warga.

Kepala BPBD Kota Tanjungpinang, M. Yamin, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai sejumlah sumur warga yang mulai mengalami kekeringan.

Warga yang kesulitan memperoleh air bersih diminta melapor melalui ketua RT/RW atau kelurahan.

Menurut Yamin, pendataan diperlukan agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan secara terkoordinasi.

“Kalau hanya satu atau dua rumah, lebih baik dikumpulkan datanya melalui RW dan kelurahan, berapa rumah yang membutuhkan, sehingga bisa sekaligus menyuplai air,” ujar Yamin, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga :  Dari Kepri ke Kalimantan Tengah, AKBP Agung Gima Sunarya Emban Tugas Baru sebagai Kapolres Murung Raya

Ia mengatakan jumlah rumah yang membutuhkan air akan menjadi dasar BPBD menentukan volume bantuan.

Dengan cara itu, penerima bantuan juga dapat didata dengan jelas.

Hingga awal Agustus 2026, BPBD Tanjungpinang bersama petugas pemadam kebakaran telah beberapa kali menyalurkan air bersih kepada warga.

Distribusi dilakukan di sejumlah kawasan, antara lain Batu 5, Batu 10 dan Batu 20.

Satu mobil tangki BPBD memiliki kapasitas sekitar lima ton. Dalam dua pekan terakhir, BPBD telah melakukan sekitar delapan kali suplai dengan total hampir 40 ton air bersih.

Baca Juga :  Sekda Kepri Turun Bersihkan Gurindam XII, Ajak Warga Jaga Kebersihan

“Kalau satu lori kapasitasnya lima ton, kita sudah sekitar delapan kali suplai, jadi hampir 40 ton,” katanya.

Warga Diminta Tak Membakar Sampah Kering
Selain persoalan ketersediaan air, BPBD mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau.

Yamin meminta masyarakat tidak membakar sampah kering atau membuka lahan dengan cara dibakar.

Menurut dia, kebakaran dapat meningkatkan kebutuhan air untuk pemadaman, sementara pada saat yang sama masyarakat membutuhkan pasokan air bersih.

“Kita mengimbau agar berhemat air dan tidak membakar sampah yang kering, apalagi membuka lahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Hari Tak Keluar Rumah, Pria di Tanjungpinang Ditemukan Meninggal

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kebocoran jaringan air kepada Perumda Tirta Kepri atau pengelola layanan air setempat agar dapat ditindaklanjuti.

Sebagai langkah antisipasi, warga dianjurkan menampung air hujan untuk membantu menjaga ketersediaan air selama periode minim hujan.

Yamin mengatakan kondisi kekeringan perlu diwaspadai apabila tidak turun hujan selama beberapa pekan.

Selain berpotensi mengurangi ketersediaan air bersih, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan.

“Menghemat air dan mencegah terjadinya kebakaran adalah tanggung jawab kita bersama pada kemarau ini,” kata Yamin.

Penulis: Indra
Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *