DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA — Upaya Pemerintah Kabupaten Lingga memperkuat ketahanan pangan melalui Gerakan Tanam Cabe Rawit kembali membuahkan hasil nyata. UPTD Pembibitan Hewan dan Hijauan Pakan Ternak Tanah Putih sukses memanen 350 kilogram cabe rawit pada panen perdana, dari total 2.700 pohon yang ditanam, di mana 1.700 pohon telah siap dipanen secara bertahap.
Keberhasilan ini menjadi bukti kuat bahwa konsep pertanian terpadu, yakni mengintegrasikan peternakan dan pertanian melalui pemanfaatan pupuk organik dari kotoran sapi, mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. Foto-foto kegiatan di lapangan memperlihatkan antusiasme para petani dan jajaran UPTD yang terlibat langsung dalam panen tersebut.
Kegiatan panen perdana turut dihadiri oleh:
• Wakil Bupati Lingga, Ir. Noprizal, ST., M.IP
• Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Said Hendri, ST., MH beserta istri
• Kabid Peternakan DPKP beserta staf
• Kepala UPTD beserta staf
• Perwakilan Kecamatan Singkep Barat
• Sekdes Marok Kecil
• Kepala IKM Sentra Kelapa Disperindagkop UKM
Wakil Bupati: Perluas Gerakan ke Sayur & Buah untuk Dukung MBG dan Petani Lokal
Dalam arahannya, Wakil Bupati Lingga menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan UPTD dalam mengembangkan model pertanian yang efisien dan ramah lingkungan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini harus diteruskan dengan memperluas gerakan ke komoditas lain.
“Gerakan Tanam Cabe Rawit ini harus menjadi pemicu gerakan yang sama untuk sayuran dan buah-buahan. Ini penting untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dapur MBG sekaligus membuka peluang besar bagi petani lokal untuk memanfaatkan momentum pasar,” ujar Wakil Bupati.
Menurutnya, Lingga memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman hortikultura yang didukung oleh ketersediaan lahan dan sumber daya peternakan.
Keberhasilan Hasil Kolaborasi Banyak Pihak
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga, Said Hendri, ST., MH, menyampaikan bahwa capaian ini tidak hanya milik DPKP, tetapi buah kerja sama lintas sektor.
“Ini wujud nyata kolaborasi. OPD seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Kecamatan Singkep Barat, hingga pemerintah desa terlibat aktif. Sinergi seperti inilah yang menghasilkan pencapaian maksimal,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sektor pertanian kini bergerak lebih inovatif dengan mengintegrasikan limbah ternak sebagai pupuk organik, sehingga hasilnya lebih efisien dan ramah lingkungan.
Program Tahun 2026: Pemanfaatan Lahan Tidur Sepanjang Jalan Utama
Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPKP juga mengungkapkan rencana strategis Kabupaten Lingga untuk tahun 2026.
“Mulai tahun depan, kami akan meluncurkan program pemanfaatan lahan tidur atau lahan tidak produktif di sepanjang jalan nasional, provinsi, dan kabupaten dengan radius minimal 50 meter. Program ini akan diterapkan di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Lingga,” ungkapnya.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas area tanam hortikultura, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Langkah Nyata Menuju Kemandirian Pangan Lingga
Panen 350 kilogram cabe rawit dari 1.700 pohon yang memasuki masa produksi menjadi bukti kuat bahwa integrasi peternakan dan pertanian adalah model yang efektif, murah, dan berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat dan perangkat daerah, Gerakan Tanam Cabe Rawit diyakini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sektor pangan lainnya.
Ke depan, Kabupaten Lingga menargetkan gerakan ini dapat menjadi pondasi penting menuju kemandirian pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi pertanian lokal.
(Sumber DPKP Lingga)












