KepriLingga

Sistem Pertanian Terpadu di Lingga Hasilkan Panen 350 Kg Cabe Rawit

×

Sistem Pertanian Terpadu di Lingga Hasilkan Panen 350 Kg Cabe Rawit

Sebarkan artikel ini
Kegiatan panen perdana dihadiri Wakil Bupati Lingga, Ir. Noprizal (kanan) dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Said Hendri, ST., MH. (f/DPKP Lingga)

DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA — Upaya Pemerintah Kabupaten Lingga memperkuat ketahanan pangan melalui Gerakan Tanam Cabe Rawit kembali membuahkan hasil nyata. UPTD Pembibitan Hewan dan Hijauan Pakan Ternak Tanah Putih sukses memanen 350 kilogram cabe rawit pada panen perdana, dari total 2.700 pohon yang ditanam, di mana 1.700 pohon telah siap dipanen secara bertahap.

Keberhasilan ini menjadi bukti kuat bahwa konsep pertanian terpadu, yakni mengintegrasikan peternakan dan pertanian melalui pemanfaatan pupuk organik dari kotoran sapi, mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. Foto-foto kegiatan di lapangan memperlihatkan antusiasme para petani dan jajaran UPTD yang terlibat langsung dalam panen tersebut.

Kegiatan panen perdana turut dihadiri oleh:

• Wakil Bupati Lingga, Ir. Noprizal, ST., M.IP

• Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Said Hendri, ST., MH beserta istri

Baca Juga :  Peninjauan Vaksinasi Door To Door di Kota Tanjungpinang

• Kabid Peternakan DPKP beserta staf

• Kepala UPTD beserta staf

• Perwakilan Kecamatan Singkep Barat

• Sekdes Marok Kecil

• Kepala IKM Sentra Kelapa Disperindagkop UKM

Wakil Bupati: Perluas Gerakan ke Sayur & Buah untuk Dukung MBG dan Petani Lokal

Dalam arahannya, Wakil Bupati Lingga menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan UPTD dalam mengembangkan model pertanian yang efisien dan ramah lingkungan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini harus diteruskan dengan memperluas gerakan ke komoditas lain.

“Gerakan Tanam Cabe Rawit ini harus menjadi pemicu gerakan yang sama untuk sayuran dan buah-buahan. Ini penting untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dapur MBG sekaligus membuka peluang besar bagi petani lokal untuk memanfaatkan momentum pasar,” ujar Wakil Bupati.

Menurutnya, Lingga memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman hortikultura yang didukung oleh ketersediaan lahan dan sumber daya peternakan.

Baca Juga :  Tiga Nama Calon Sekda Kepri Ini, Lolos Ke Meja Presiden!

Keberhasilan Hasil Kolaborasi Banyak Pihak

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga, Said Hendri, ST., MH, menyampaikan bahwa capaian ini tidak hanya milik DPKP, tetapi buah kerja sama lintas sektor.

“Ini wujud nyata kolaborasi. OPD seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Kecamatan Singkep Barat, hingga pemerintah desa terlibat aktif. Sinergi seperti inilah yang menghasilkan pencapaian maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian kini bergerak lebih inovatif dengan mengintegrasikan limbah ternak sebagai pupuk organik, sehingga hasilnya lebih efisien dan ramah lingkungan.

Program Tahun 2026: Pemanfaatan Lahan Tidur Sepanjang Jalan Utama

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPKP juga mengungkapkan rencana strategis Kabupaten Lingga untuk tahun 2026.

“Mulai tahun depan, kami akan meluncurkan program pemanfaatan lahan tidur atau lahan tidak produktif di sepanjang jalan nasional, provinsi, dan kabupaten dengan radius minimal 50 meter. Program ini akan diterapkan di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Lingga,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD dan Pemkab Lingga Sepakati KUA dan PPAS 2022

Program tersebut diharapkan mampu memperluas area tanam hortikultura, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Langkah Nyata Menuju Kemandirian Pangan Lingga

Panen 350 kilogram cabe rawit dari 1.700 pohon yang memasuki masa produksi menjadi bukti kuat bahwa integrasi peternakan dan pertanian adalah model yang efektif, murah, dan berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat dan perangkat daerah, Gerakan Tanam Cabe Rawit diyakini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sektor pangan lainnya.

Ke depan, Kabupaten Lingga menargetkan gerakan ini dapat menjadi pondasi penting menuju kemandirian pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi pertanian lokal.

 

(Sumber DPKP Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *