AdvertorialAnambasHeadline

Sekda Sahtiar: Pak Ari Bukan Hanya Danlanal, Tapi Sahabat dan Keluarga

×

Sekda Sahtiar: Pak Ari Bukan Hanya Danlanal, Tapi Sahabat dan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Kapolres Anambas bersama Sekda mengantar keberangkatan Danlanal Tarempa

ANAMBAS, Deltakepri.co.id –Suasana haru menyelimuti pelepasan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Tarempa, Letkol Laut (P) Ari Sukmana, yang kini mendapat penugasan baru di Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabes AL). Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Anambas, Sahtiar, pada Selasa (9/9/2025).

Ari Sukmana meninggalkan Tarempa dengan kapal MV Seven Star Island menuju Batam. Kehadirannya selama bertugas di Anambas meninggalkan jejak penting, baik dalam menjaga ketahanan wilayah maritim maupun membangun kedekatan dengan masyarakat.

Baca Juga :  Rumah Warga yang Terbakar Karena Tersambar Petir Alami Kerugian Rp15 Juta
Sekda Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar saat bersama Danlanal Tarempa

Acara turut dihadiri jajaran Forkopimda, di antaranya Kapolres Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung serta Ketua Pengadilan Agama Kusnoto. Momen tersebut menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan lembaga penegak hukum di Anambas.

Dalam sambutannya, Sekda Sahtiar menyampaikan apresiasi atas dedikasi Ari Sukmana selama bertugas.

“Pak Ari bukan hanya seorang Danlanal bagi kami. Beliau adalah sahabat, mitra kerja, sekaligus keluarga. Dedikasi dan kerendahan hatinya akan selalu dikenang,” ujar Sahtiar dengan penuh haru.

Danlanal Tarempa sebelum berangkat perpisahan bersama sejumlah prajurit TNI AL yang berada di pelabuhan Sri Siantan

Sahtiar juga mendoakan kesuksesan Ari di penugasan baru. “Kami percaya semangat dan integritas beliau akan terus membawa kebaikan di mana pun bertugas. Semoga sehat selalu dan tetap menjaga silaturahmi dengan masyarakat Anambas,” tambahnya.

Baca Juga :  Kejati Kepri Selesaikan Perkara Penadahan Melalui Restoratif Justice

Sementara itu, Ari Sukmana menyampaikan pesan perpisahan singkat.

“Anambas adalah rumah kedua bagi saya. Pengalaman di sini sangat berharga. Saya pamit, namun hati saya akan selalu tertinggal di Anambas,” ungkapnya.

Kapal yang ditumpanginya kemudian berlayar meninggalkan pelabuhan, diiringi lambaian tangan hangat dari jajaran Forkopimda dan masyarakat. Perpisahan itu menjadi simbol eratnya ikatan kebersamaan yang telah terjalin, yang diyakini akan tetap terjaga meski jarak memisahkan.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *