DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Tokoh masyarakat (TM) di Lingga tetap ngotot agar Wahana Bermain Anak yang sudah berdiri di Lapangan Sepak Bola Sultan Mahmud Riayat Syah Daik Lingga tetap di bongkar, Sabtu (10/5/2025).
Dirangkum berbagai sumber, pihak dari Pemerintah Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga kembali mengelar mediasi pada Jumat (9/5) kemarin, hasilnya tetap di bongkar.
Alasannya, bahwa Wahana Bermain Anak itu sudah berdiri tegak di tegah lapangan sepak bola sehingga menganggu aktifitas anak-anak untuk latihan dan meminta untuk digeser.
Meski keputusan itu telah diterima oleh pihak Wahana Bermain Anak, namun salah seorang ibu-ibu bernama Santi (34) di lokasi Wahana Bermain Anak, memohon dan memelas kepada warga Daik dan TM di Lingga.
Agar, kata dia, mereka diberikan kesempatan untuk beraktifitas selama dua pekan kedepan demi mencari ongkos pulang dan biaya lainnya sebelum dilakukan pembongkaran.
“Udah habis duit kami pak, seandainya ngak boleh lagi, biarlah kami buka agak dua minggu biar bisa buat ongkos pulang, sementara kami juga ada anak di kampung yang menunggu kiriman,” ujarnya kepada Delta Kepri, Sabtu pagi.
Disisi lain, Santi juga mengaku selama delapan hari mereka belum beraktifitas. Hingga hari ini, dia mengaku untuk menutupi kebutuhan sehari-hari didapatkan dari hasil bantuan warga sekitar, dan mirisnya lagi tidurpun tanpa penerangan.
“Ada yang kasih makanan, kasih uang. Itu untuk kami beli telor, indomie dan beras. Dari situ kami bagi-bagi lah untuk 50 orang kurang lebih pak disini. Kami tidur pun gelap-gelapan pak. Kami ucapkan terimakasih kepada warga Daik yang baik hati dan sudah peduli kepada kami,” pungkasnya.












