Delta Kepri – Turnamen Gasing yang sudah digelar beberapa hari lalu, di area warung Friska Lingga, Desa Merawang, Daik Lingga, Kepulauan Riau tampak begitu meriah, Sabtu (7/4).
Terlihat Anak-anak sekolah yang dijadwalkan bertanding itu, sudah menunjukan kepiawaiannya memutarkan gasingnya untuk bertahan memutar di atas tanah.
Namun yang menarik, pada saat gasing itu sedang berputar kencang, pihak lawan kemudian diberikan kesempatan untuk memukul (mengarahkan gasing miliknya) agar menghentikan laju gasing tersebut.
Yang semakin menarik dan mendebarkan, mana kala sorakan dari para penonton atas dukungan kepada anak-anak yang sudah tertinggal poin, berusaha bangkit mengejar ketertinggalannya.
Sebagaimana diketahui, permainan tradisional rakyat Tanah Bunda Melayu saat itu, setiap grub diisi atas 7 orang dan terdiri dari pemain sebanyak 5 orang dan cadangan 2 orang.
Ketua Persatuan Pelestari Permainan Rakyat Tradisional (P3RT) Datok Aryanto yang ditemui dilokasi pertandingan, menjelaskan bahwa turnamen gasing ini merupakan kegiatan perdana yang dibuat oleh P3RT.
“Kita buat khusus untuk anak SD, kalau kemarin masyarakat sudah nonton yang dewasa. Saya kira even ini sangat penting karena segmen kita anak-anak,” kata Datok Aryanto.
“Kalau mereka sudah mengenal dan bisa main gasing sejak dini pasti sampai tua pasti bisa. Tujuannya satu, agar supaya permainan gasing tetap lestari di Bumi Bunda Tanah Melayu,” tambah Aryanto.
Aryanto juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh donatur dan masyarakat Daik Lingga yang mendukung terlaksananya turnamen permainan rakyat ini.
“Kami dari P3RT juga mengucapkan terimakasih kepada para donatur dan masyarakat yang ikut mendukung terselenggaranya turnamen gasing ini. Apresiasi yang tinggi juga kami ucapkan untuk sekolah-sekolah yang ikut berpartisipasi. Mohon doanya agar lancar sampai selesai,” tutupnya. (Simarmata)












