BATAM, deltakepri.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam terus berinovasi dalam membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan kerja produktif.
Salah satu program unggulannya adalah pembuatan Roti Pastama, hasil karya para warga binaan yang kini mulai dikenal masyarakat luas.
Di bawah bimbingan petugas dan instruktur berpengalaman, para WBP memproduksi berbagai jenis roti berkualitas yang terbagi dalam tiga kategori, yakni roti ekonomis, roti goreng, dan donat.
Meski memiliki cita rasa lezat dan higienis, produk ini dijual dengan harga yang terjangkau bagi warga binaan, petugas, maupun masyarakat umum.
Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, mengatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan kerja seperti pembuatan roti ini, kami melatih keterampilan warga binaan agar setelah bebas nanti mereka memiliki kemampuan yang dapat menjadi bekal hidup mandiri,” ujar Yosafat, Rabu (22/10/2025).
Menariknya, hasil produksi Roti Pastama kini sudah menerima berbagai pesanan dari luar, baik untuk konsumsi harian, kegiatan sosial, hingga acara perkantoran.
Program ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi bagi WBP, tetapi juga memperkuat citra positif lembaga pemasyarakatan di mata masyarakat.
Langkah inovatif ini sejalan dengan program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) yang mendorong optimalisasi Pembinaan Kemandirian di seluruh lapas di Indonesia.
Melalui kegiatan kerja seperti ini, Lapas Batam membuktikan komitmennya untuk melahirkan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Penulis: Deni
Editor: Indra












