Beranda Lingga Konflik Tambang di Desa Teluk, DLH Akui Belum Menerima Laporan Hasil Sosialisasi...

Konflik Tambang di Desa Teluk, DLH Akui Belum Menerima Laporan Hasil Sosialisasi Pihak Perusahaan

635
0
Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lingga, Joko Wiyono (kiri). Ft: Simarmata

DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Konflik masyarakat dengan perusahaan tambang pasir kuarsa kembali terjadi di Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Meski bukan termasuk kasus baru, masyarakat Desa Teluk yang dimotori kelompok pemuda dan tokoh masyarakat sudah berkali-kali melakukan aksi penolakan aktivitas tambang yang berada di daerah mereka.

Salah satu gerakan penolakan itu, dilakukan dengan tidak menghadiri sidang UKL-UPL yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga untuk pengambilan keputusan dan dasar menerbitkan ijin melakukan usaha dan atau kegiatan.

Baca Juga :   Pemerintah libatkan puluhan wartawan liput MTQ di Senayang

“Di waktu sidang itu pak kades kita undang, ada BPD juga, tapi beliau kedua-duanya tidak hadir. Yang menghadiri itu kemarin, karena masih wilayah Kecamatan Lingga Utara, pak camat langsung (alm pak Sam),” kata Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lingga, Joko Wiyono kepada Delta Kepri, Selasa (6/4/2021).

Joko juga tak membantah, bahwa dirinya sudah mendengar adanya gerakan penolakan aktivitas tambang yang dilakukan PT Bintan Batam Pratama, yang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat setempat.

Baca Juga :   Letkol Laut (P) Zul Fahmi resmi jabat Danlanal Dabo Singkep

“Jadi seandainya masyarakat desa kemarin itu menyampaikan ada permasalahan, kami pun nggak ‘anu’. Karena yang diundang diwakili, otomomatis kami nggak tau permasalahan ini.

Tapi pada prinsipnya, kami sudah meminta kepada perusahaan sebelum melakukan operasi, tolonglah sosialisasi kepada masyarakat dan hasilnya harus melapor ke LH,” kata Joko.

Joko juga mengakui bahwa sampai hari ini pihaknya belum menerima hasil laporan tersebut. “Sampai sekarang pun kami tidak dikasih tahu hasilnya. Maka nya kecamatan ngasih tau ke kami bahwa masyarakat menolak,” tukasnya.

Baca Juga :   Bupati, Wabup dan Sekda Lingga terima panen perdana Beras Bukit Langkap

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here