Beranda Advertorial Kawal Aspirasi, Ketua DPRD Natuna Hadiri Musrenbang Kecamatan Bunguran Timur

Kawal Aspirasi, Ketua DPRD Natuna Hadiri Musrenbang Kecamatan Bunguran Timur

197
0

Deltakepri – Pimpinan dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan  Bunguran Timur Tahun 2021, di Rumah Makan Sisir Basisir, Selasa, 09 Februari 2021.

Musrenbang dibuka langsung oleh Plt.Camat Bunguran Timur, Hamid Hasnan, S.Pd.,MA. Tampak hadir Ketua DPRD Natuna Daeng Amhar, didampingi  Wakil Ketua II Jarmin Sidik, SE, Ketua Komisi I Wan Arismunandar, anggota komisi II Hendri FN, kades, lurah, OPD, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Daeng Amhar mengatakan, musrenbang merupakan suatu kegiatan rutin tiap tahun diadakan dan wajib dilaksanakan. Apa yang disampaikan oleh masyarakat itu yang menjadi perencanaan dan harus dirumuskan dalam suatu pembangunan.

Baca Juga :   Nurdin Sambut Atase Pertahanan 27 Negara

“Pembangunan tidak mesti fisik. Arah kebijakan daerah kita kedepan adalah membangun infrastruktur yang berkaitan dengan penunjang ekonomi. Namun mental dan spiritual juga penting dikembangkan,” ujar Daeng Amhar.

Pada kesempatan yang sama wakil ketua ll DPRD Natuna Jarmin Sidik, SE, menyampaikan dalam usulan kegiatan perencanaan pembangunan yang sudah disusun, perlu tanggapan dari tokoh-tokoh masyarakat.

“Apakah sudah tepat untuk dibawa ke tingkat kabupaten atau masih harus direvisi,” pungkas Jarmin.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Natuna, Wan Arismunandar mengatakan untuk beberapa usulan pembebasan lahan, pertahun 2021 sudah ada rujukan bahwa hak dan kewenangan itu di provinsi.

Baca Juga :   Ngobrol Seru Soerya Bersama Komunitas Kreatif, Anak Muda Curhat Minimnya Perhatian Pemerintah Daerah

“Jangan dikarenakan kepentingan kelompok besar lantas dicari celah dan berusaha untuk merealisasikannya. Begitu desa mengusulkan pembebasan lahan pemakaman umum dibilang tidak bisa. Saya berharap jika bisa katakan bisa dan semuanya harus bisa. Jika tidak bisa katakan tidak bisa dan  semuanya tidak bisa,” imbuh Wan Arismunandar.(DK/KP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here