HeadlineKepriTanjungpinang

Jelang Ramadan, Kepri Gelar Gerakan Pangan Murah di Seluruh Daerah

×

Jelang Ramadan, Kepri Gelar Gerakan Pangan Murah di Seluruh Daerah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meresmikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Riau, Senin, 9 Februari 2026.F-Indra

TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id — Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meresmikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Riau, Senin, 9 Februari 2026.

Di Kota Tanjungpinang, kegiatan dipusatkan di Terminal Sei Carang, Bintan Center. Sejumlah kebutuhan pokok disediakan melalui stan yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DP2KH) Provinsi Kepri.

Ansar menyebut, hampir seluruh daerah di Kepri mengikuti GPM secara bersamaan. Kabupaten Kepulauan Anambas dan Lingga dijadwalkan melaksanakan kegiatan serupa pada 15 Februari 2026.

Baca Juga :  Endang Klarifikasi Terkait Pemberitaan Mobil Dinas Wakil Walikota Menabrak Pengendara Motor

“Semua kabupaten dan kota ikut. Untuk Anambas dan Lingga akan menyusul tanggal 15 Februari,” kata Ansar.

Menurut dia, GPM tidak hanya bertujuan menekan harga pangan menjelang Ramadan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam mendorong swasembada pangan lokal.

Sejumlah komoditas seperti cabai dan sayuran dinilai masih berpeluang dikembangkan melalui pemanfaatan lahan masyarakat.

“Kita mulai petakan komoditas yang bisa kita swasembadakan. Cabai dan sayuran masih memungkinkan dikembangkan,” ujarnya.

Selain pemerintah, pelaksanaan GPM turut didukung berbagai organisasi profesi dan elemen masyarakat yang menggelar pasar murah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci.

Baca Juga :  Danrem 033/WP dan Gubernur Kepri Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-76 TNI Secara Virtual

Ansar juga mengungkapkan tingginya kebutuhan telur di Kepri yang mencapai sekitar 2,5 juta butir per hari. Sebagian besar pasokan tersebut masih bergantung pada daerah luar, seperti Medan dan pelabuhan lainnya.

“Kebutuhan telur sekitar 2 juta butir dari Medan, ditambah daerah lain hampir 2,5 juta. Pihak Japfa berkomitmen mengupayakan pasokan hingga 1,5 juta butir per hari,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan intervensi pasar melalui koordinasi dengan distributor ketika terjadi lonjakan harga, termasuk pada komoditas ayam, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di Tanjungpinang, Bintan, dan Batam.

Baca Juga :  Gagasan Beasiswa Dokter Spesialis Gubernur Ansar Dipuji Pemerintah Pusat

“Pertumbuhan ekonomi kita dorong, PDRB kita kejar, tetapi inflasi juga harus dikendalikan agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ansar memastikan ketersediaan bahan pokok penting seperti beras, ayam, daging, dan telur dalam kondisi aman menjelang Ramadan.

Ia juga mengajak masyarakat mendukung program swasembada pangan serta menghindari pemborosan bahan makanan.

Penulis: Indra
Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *