BatamHeadline

Hari Bumi 2026, BP Batam Gelar Gotong Royong di Rempang

×

Hari Bumi 2026, BP Batam Gelar Gotong Royong di Rempang

Sebarkan artikel ini
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.F-Humas BP Batam

BATAM, deltakepri.co.id — Momentum Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Badan Pengusahaan Batam bersama sejumlah pihak untuk menggelar aksi gotong royong di kawasan Rempang Eco City, Rabu, 22 April 2026.

Kegiatan bertajuk “Dari Rempang untuk Bumi” itu melibatkan Kementerian Transmigrasi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), PT Megah Surya Pertiwi (MEG), serta masyarakat Tanjung Banon.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Batam Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Gema Batam ASRI) yang telah berjalan sejak Februari 2026.

Baca Juga :  Sabu, Ganja, dan Sajam Dimusnahkan, 77 Kasus Tuntas di Bintan

“Gerakan ini merupakan tindak lanjut kebijakan nasional untuk mendorong kepedulian lingkungan hingga tingkat RT dan RW,” ujarnya.

Sebelum gotong royong, panitia mengukuhkan enam satuan tugas (satgas) yang beranggotakan sekitar 600 orang.

Mereka terdiri atas Satgas Drainase, Tim Oranye BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, Pasukan Merah BP Batam, Gema ASRI, serta tim bina marga dan sumber daya air.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan simbolis 300 bibit pohon jati sebagai bagian dari upaya penghijauan.

Para satgas kemudian melakukan pengumpulan sampah di tiga lokasi berbeda.

Baca Juga :  BP Batam Evaluasi Kinerja dan Target Capaian Penerimaan, Pendapatan dan Belanja Badan Usaha Tahun 2024

Sampah yang terkumpul ditimbang oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, dengan pemberian apresiasi bagi tim dengan hasil terbanyak.

Amsakar menegaskan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan berlanjut secara berkelanjutan.

Menurut dia, kawasan Tanjung Banon yang tengah dikembangkan berpotensi menjadi kawasan hunian dan destinasi wisata jika dikelola dengan baik.

“Harapannya, wilayah ini bisa menjadi lingkungan yang nyaman sekaligus tujuan wisata ke depan,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *