MEDAN, deltakepri.co.id — Hujan deras berintensitas tinggi memicu bencana banjir dan longsor di 14 titik wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara, Rabu (26/11/2025).
Sejumlah kawasan terdampak banjir hingga mencapai empat meter, sementara akses utama Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tarutung–Sibolga sempat lumpuh total akibat material longsor.
Salah seorang warga Taput, Yandri Harianja, berharap pemerintah pusat segera memberikan perhatian atas kondisi darurat yang dialami masyarakat.
“Kami butuh perhatian Bapak Presiden Prabowo. Di sini kondisinya lumpuh total, Pak,” ujarnya penuh haru lewat seluler, Kamis (27/11/2025).
Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak mengatakan banjir terparah terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Pahae Jae, dengan sedikitnya 20 rumah warga terendam hingga empat meter.
Selain itu, satu sisi Jembatan Aek Puli lama turut putus, meski arus lalu lintas masih dapat dialihkan melalui jembatan baru.
“Banjir juga terjadi di Purbatua, Siatas Barita, dan Tarutung dengan ketinggian air 70 sentimeter hingga tiga meter. Total sekitar 98 rumah terdampak, namun tidak ada korban jiwa,” ungkapnya, Rabu (26/11/2025).
Selain banjir, longsor melanda enam titik, terutama di sepanjang jalur strategis Jalinsum.
Material longsor di KM 29–35 sempat membuat akses tidak dapat dilalui.
Seorang warga, Haratua Sipahutar (50), mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa material longsor dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Tarutung.
Longsor paling berdampak terjadi di Desa Sitolu Ompu, Kecamatan Pahae Jae, yang mengakibatkan dua rumah tertimbun tanah dan empat warga mengalami luka-luka, DB (27), IP (15), LP (5), LP (5).
Di titik lain, beberapa ruas jalan tertutup lumpur dan batu. Sebagian akses sudah kembali terbuka setelah dilakukan pembersihan darurat oleh tim gabungan.
Selain itu, satu titik pohon tumbang terjadi di Dusun 2 Sialang, Desa Simangumban Julu, yang memicu kemacetan namun tanpa korban jiwa.
AKBP Ernis memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun hilang.
Upaya evakuasi dan pembersihan material longsor sempat dihentikan Selasa malam akibat hujan lebat dan minimnya penerangan.
“Operasi dilanjutkan kembali pada Rabu pagi. Personel masih bersiaga dan membantu warga terdampak di beberapa lokasi rawan,” tutupnya. (*)












